SURYA.CO.ID, SURABAYA – Peristiwa kebakaran masih terjadi di Kota Surabaya selama sepekan libur Lebaran 2026. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) mencatat ada 17 kejadian kebakaran dalam periode 18–24 Maret 2026.
Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan sebagian besar kebakaran tergolong kecil dan telah lebih dulu ditangani warga.
“Kalau kebakaran memang ada, tapi relatif kecil. Bahkan saat petugas tiba, sebagian besar sudah ditangani warga, sehingga kami hanya melakukan pembasahan dan pengecekan,” ujar Rini saat dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya, Senin (30/3/2026).
Dari total 17 kejadian, kebakaran didominasi pada permukiman dan aktivitas sehari-hari warga.
Penyebab kebakaran:
Selain kebakaran, DPKP Surabaya juga menangani 60 kejadian evakuasi selama periode tersebut.
Pada musim hujan, evakuasi banyak dilakukan terhadap hewan liar, terutama ular yang masuk ke permukiman warga.
“Semua laporan kami selesaikan,” kata Rini.
Selama libur Lebaran, petugas Damkar tetap bersiaga penuh dengan sistem kerja bergilir. Layanan tidak berhenti meskipun dalam masa libur panjang.
DPKP mencatat waktu respons rata-rata sekitar 6,5 menit sejak laporan diterima hingga petugas tiba di lokasi.
“Peralatan ini kami siapkan untuk menghadapi situasi berisiko tinggi, termasuk kebakaran di kawasan industri atau yang melibatkan bahan berbahaya dan beracun,” jelasn Rini.
Selama libur Lebaran, juga muncul berbagai laporan unik, seperti evakuasi ular kecil hingga penanganan pintu rumah yang macet.
Hal ini dinilai sebagai tanda meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Damkar.
DPKP Surabaya mengimbau masyarakat segera melaporkan kondisi darurat melalui layanan 112 atau nomor 081-131-112-112.
"Begitu laporan masuk, langsung kami tindak lanjuti. Petugas selalu siap di lapangan,” ujar Rini.