Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Rektor UII: Bukti Agresi Israel Langgar Hukum Internasional
Muhammad Fatoni March 30, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Konga) akibat serangan Israel di Lebanon memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan, termasuk akademisi.

​Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Fathul Wahid, mengungkapkan, tewasnya Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI asal Kulon Progo, merupakan imbas nyata dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian tak terkendali.

​"Kita tentu saja prihatin, karena dampaknya luar biasa dan sekarang sudah terasa di banyak negara, di negara-negara tetangga. Di Indonesia mungkin menunggu giliran saja, sehingga kita memang harus waspada dan memitigasi dengan sebaik-baiknya," ujarnya, saat ditemui di Taman Budaya Embung Giwangan, Kota Yogyakarta, Senin (30/3/2026).

Fathul secara tegas menyebut, bahwa tewasnya penjaga perdamaian asal Indonesia adalah bukti validnya kritik terhadap agresi sepihak yang dilakukan oleh Israel.

Oleh sebab itu, pihaknya menyayangkan dukungan negara adidaya seperti Amerika Serikat yang membuat pelanggaran hukum internasional terus terjadi tanpa sanksi yang berarti.

Ia mengingatkan bahwa tewasnya tentara Indonesia bukan sekadar kehilangan satu nyawa di medan tugas, melainkan sinyal bahaya bagi ketahanan nasional banyak negara. 

Sebab, agresi yang berlarut-larut diprediksi akan memicu krisis yang lebih luas, dan berdampak nyata bagi kehidupan di negara-negara yang sejatinya tidak terlibat konflik.

"Agresi sepihak dari Israel yang didukung oleh Amerika kepada Iran ini tindakan yang sangat disayangkan karena itu melanggar hukum internasional dan dampaknya tidak hanya bagi negara yang terlibat tapi juga bagi banyak negara," ungkapnya.

​"Sekarang kita sudah menjadi saksi, mulai kelangkaan BBM di banyak negara, harga-harga naik, dan lain-lain. Tentu saja kalau ini berlarut-larut dampaknya akan sangat luar biasa," urai Fathul. 

​Lebih jauh, dirinya pun menyoroti efektivitas Board of Peace (BoP) yang dianggap gagal menjalankan fungsinya dalam sengkarut berkepanjangan ini.

Mengutip pernyataan tokoh nasional Jusuf Kalla, Fathul melontarkan kritik terhadap BoP yang seharusnya menjaga stabilitas namun justru terkesan membiarkan konflik meluas.

​"Sejak dulu kita tidak percaya adanya BoP, justru malah mereka menjadi inisiator perang. Sehingga Pak JK sempat mengatakan namanya seharusnya Board of War," pungkasnya. 

Baca juga: Cerita Prajurit TNI yang Wafat di Lebanon: Tahun Lalu Lebaran Terakhir Praka Farizal di Kulon Progo

Penjelasan Kapenrem 072/Pamungkas Yogyakarta

Prajurit tersebut bernama Praka Farizal Rhomadhon (28), asal Lendah, Kabupaten Kulon Progo yang saat ini bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Kapenrem 072/Pamungkas Yogyakarta, Mayor Inf Suwito, membenarkan adanya informasi tersebut.

Pihaknya turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit asal Kulon Progo yang saat ini berdomisili di Aceh.

“Benar, ada anggota yang (gugur) dia berasal dari Kulon Progo, tapi bertugas di Yonif 113 Jaya Sakti (Aceh),” kata Suwito, saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).

Suasana rumah keluarga Farizal Romadhon di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, Senin (30/03/2026). Farizal dilaporkan meninggal dunia akibat serangan Israel di Libanon.
Suasana rumah keluarga Farizal Romadhon di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, Senin (30/03/2026). Farizal dilaporkan meninggal dunia akibat serangan Israel di Libanon. (Tribun Jogja/Alexander Ermando)

Suwito menuturkan belum ada informasi terkait proses pemulangan jenazah almarhum.

Dari informasi yang didapat, Suwito menyampaikan Praka Farizal meninggal dunia pada Minggu (29/3/2026) pada pukul 20.44 waktu Lebanon, atau pukul 01.40 WIB.

Adapun jabatan Praka Farizal sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima pada Kesatuan  Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM.

“Meninggalnya di Indobatt UNP 7-1, Achid Alqusayr, Lebanon Selatan. Penyebab meninggal terkena serangan Altileri IDF,” jelas Suwito.

Pihaknya mengharap doa terbaik untuk pasukan yang saat ini bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon.

Praka Farizal sendiri meninggalkan seorang istri bernama Fafa Nur Azila serta satu anak berusia dua tahun Shanaya Almahrya Elshanu.

Adapun bintang jasa yang pernah diraih Praka Faizal yakni SL Dharma Nusa dan SL Kesetiaan VIII Tahun. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.