Demo di Pelabuhan Bajoe Bone, Massa Tolak Penutupan Dermaga 2
Alfian March 30, 2026 07:19 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bajoe Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di Pelabuhan Penyeberangan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Senin (30/3/2026).

Aksi tersebut dipusatkan di jalan masuk menuju pelabuhan hingga menyebabkan akses kendaraan tertutup dan arus lalu lintas lumpuh.

Dari pantauan di lokasi, massa terlihat mengepung pintu masuk pelabuhan sambil membawa berbagai spanduk berisi tuntutan kepada PT ASDP Indonesia Ferry.

Sejumlah spanduk bertuliskan “Matinya Hati Nurani PT ASDP Bajoe”, “Kemana Anggaran Dermaga Cadangan”, hingga berbagai tuntutan lainnya tampak dibentangkan oleh para demonstran.

Tak hanya itu, massa juga melakukan aksi pembakaran ban di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan penutupan Dermaga 1.

Akibat aksi tersebut, kemacetan panjang tak terhindarkan. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga lebih dari satu kilometer di sekitar lokasi pelabuhan.

Baca juga: Alasan Keselamatan ASDP Bone Perbaiki Dermaga Bajoe

Koordinator aksi, Rafli Pasha, dalam orasinya mendesak PT ASDP untuk segera mengevaluasi kebijakan penutupan total Pelabuhan Bajoe selama proses perbaikan Dermaga 1 berlangsung.

Ia menilai kebijakan tersebut merugikan masyarakat, khususnya pengguna jasa penyeberangan.

“Kami mendesak PT ASDP untuk mengevaluasi kembali secara menyeluruh kebijakan penutupan total pelabuhan selama perbaikan Dermaga 1,” tegas Rafli.

Selain itu, massa juga menuntut agar Dermaga 2 yang merupakan dermaga cadangan segera difungsikan sebagai jalur alternatif.

Menurut mereka, keberadaan dermaga cadangan seharusnya bisa menjadi solusi agar aktivitas penyeberangan tetap berjalan.

Aliansi juga meminta agar proses perbaikan Dermaga 1 ditunda sebelum ada kepastian operasional penggunaan Dermaga 2.

Tak hanya itu, mereka menuntut agar pelayanan transportasi penyeberangan tidak dihentikan sebelum ada kejelasan.

Dalam tuntutannya, massa juga meminta transparansi dari pihak ASDP terkait kajian sosial ekonomi atas dampak penutupan pelabuhan.

Selain itu, mereka mendesak agar data teknis mengenai tingkat kerusakan Dermaga 1 serta hasil penilaian kelayakan Dermaga 2 dibuka secara terbuka kepada publik.

Aliansi Masyarakat Bajoe Bersatu memberikan waktu selama 2x24 jam kepada PT ASDP untuk menindaklanjuti seluruh tuntutan tersebut.

Jika tidak dipenuhi, mereka mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.