WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Sisa-sisa perayaan Idulfitri 1447 H menyisakan persoalan pelik bagi warga ibu kota.
Di Jalan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, aroma busuk menyengat dari tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut dan sempat memicu kemarahan warga.
Fenomena serupa juga terjadi di Jakarta Timur, di mana gunungan sampah setinggi empat meter nyaris menutup akses jalan warga di Pondok Kopi.
Kondisi ini menjadi ujian berat bagi sistem pengelolaan limbah Jakarta yang seolah "tersedak" akibat lonjakan volume sampah rumah tangga selama libur panjang.
Tambora Melawan Bau: Viral Dulu, Diangkut Kemudian
Warga RT 12 RW 01 Kalianyar, Tambora, harus bergelut dengan bau tidak sedap yang menusuk hidung dari Tempat Penampungan Sampah (TPS) sementara di bantaran kali Banjir Kanal Barat (BKB).
Lokasi yang tak jauh dari pusat keramaian Mall Season City ini sempat terbengkalai selama beberapa hari.
Ketua RT setempat, M. Toyib, mengungkapkan bahwa penumpukan ini merupakan dampak dari kendala pembuangan ke TPST Bantar Gebang.
"Sempat ada instruksi dari Dinas Lingkungan Hidup tanggal 8 Maret untuk menunda pembuangan sementara," jelasnya pada Senin (30/3/2026).
Kesabaran warga yang habis akhirnya berujung pada aksi memviralkan kondisi tersebut di media sosial.
Strategi ini terbukti ampuh; tak lama setelah viral, truk-truk Sudin LH Jakarta Barat langsung dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan sisa-sisa gunungan sampah yang juga sempat memicu kemacetan arus lalu lintas.
Pondok Kopi: Jalan Terputus oleh Gunungan Sampah
Kondisi lebih memprihatinkan terlihat di Jalan Rawadas, Pondok Kopi, Duren Sawit.
Di sana, sampah rumah tangga menumpuk hingga ketinggian dua sampai empat meter.
Gunung limbah ini bukan hanya merusak pemandangan, tapi nyaris menutup akses utama menuju TPU Pondok Kopi.
Oji, seorang warga yang melintas mengenakan batik hitam, tampak terpaksa menutup hidung rapat-rapat.
"Aromanya sangat menyengat, bikin tidak nyaman sama sekali," keluhnya.
Hingga Senin siang, warga masih menanti aksi nyata dari otoritas terkait agar jalanan mereka tidak berubah menjadi lautan sampah permanen.
Urgensi Normalisasi Pengangkutan
Masalah sampah pasca-lebaran ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Keterlambatan pengangkutan di wilayah padat penduduk seperti Tambora dan Duren Sawit berpotensi memicu masalah kesehatan dan sosial yang lebih luas.
Kini, warga berharap normalisasi pengiriman sampah ke Bantar Gebang dapat segera berjalan lancar tanpa harus menunggu kabar viral terlebih dahulu.