TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wajah-wajah penuh suka cita menghiasi Kompleks Kepatihan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (30/3/2026).
Di tengah ribuan masyarakat yang hadir dalam acara silaturahmi sekaligus peringatan Hari Jadi Ke-271 DIY, ada pemandangan yang menghangatkan hati yakni kelompok penyandang disabilitas, mulai dari anak-anak hingga lansia, mendapatkan keistimewaan berupa akses prioritas di antrean terdepan untuk bertemu dan bersalaman langsung dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.
Kebahagiaan itu salah satunya terpancar jelas dari raut wajah Nathan, siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Yogyakarta.
Dari atas kursi rodanya, Natan bersama teman-temannya merasakan pengalaman berharga karena bisa berhadapan dengan sosok nomor satu di DIY tersebut untuk kali pertama.
Bagi Nathan, momen bersalaman itu meninggalkan kesan yang mendalam.
"Senang (bisa ketemu dengan Sultan). Pengin ikut lagi (tahun depan)," tuturnya dengan antusias.
Pemda DIY tampak serius memperhatikan aksesibilitas bagi peserta disabilitas dalam acara ini.
Mereka difasilitasi agar tidak perlu berdesakan dengan masyarakat umum.
Baca juga: Tak Ada Menu Prasmanan, Silaturahmi Idulfitri di Kepatihan Yogya Jadi Berkah Bagi Pedagang Kecil
Guru SLB Negeri 1 Yogyakarta, Sunarti, yang mendampingi rombongan tersebut menceritakan bagaimana pihak penyelenggara proaktif memberikan ruang bagi anak didiknya.
Hal ini menjadi pengalaman baru yang berkesan bagi sekolah.
"Tadi kita awal di belakang, kita diajak maju-maju. Jadi lebih cepat (bertemu Sultan). Kita ada lima siswa didampingi orangtua dan didampingi guru. Ini pertama kali kami mengikuti kegiatan ini. Sebelumnya belum pernah," papar Sunarti.
Momen silaturahmi ini dinilai bukan sekadar seremoni jabat tangan biasa, melainkan sebuah peristiwa penting bagi perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus.
Menjumpai Sri Sultan Hamengku Buwono X secara langsung menjadi medium pembelajaran yang nyata bagi mereka.
"Anak-anak lebih dikenalkan karakter dan dia lebih mengenal pemimpin Yogya lebih langsung," jelasnya.
Melihat tingginya antusiasme dan dampak positif dari kegiatan silaturahmi ini, pihak sekolah menaruh harapan besar agar di masa mendatang kuota dan kesempatan bagi penyandang disabilitas dapat terus diperluas.
"Harapannya bisa lebih banyak. Pasti anak-anak ini lebih senang. Kita (hari ini) memang perwakilan dari sekolah saja," pungkas Sunarti. (*)