TRIBUNJOGJA.COM - Timnas Indonesia akan menghadapi Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026) malam ini pukul 20.00 WIB.
Pertandingan Timnas Indonesia vs Bulgaria diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Skuad Garuda asuhan John Herdman.
Setelah melewati hadangan Saint Kitts dan Nevis dengan membungkam perlawanan negara tersebut dengan skor 4-0.
Timnas Indonesia bakal menghadapi kekuatan elit Bulgaria yang diketahui punya ranking FIFA yang jauh lebih baik.
Jika menilik ranking FIFA yang ditempati Bulgaria, negara tersebut menduduki peringkat ke-85.
Alias 35 tingkat di atas Timnas Indonesia yang masih tertahan di ranking ke-120 dunia.
Fakta bahwa Bulgaria merupakan negara Eropa yang punya ciri khas dalam bermain sepak bola, hal itu tentu memberikan jaminan yang menantang bagi skuad Garuda yang jarang berhadapan dengan tim Benua Biru.
Kedispilinan taktis dan penempatan posisi, hingga fokus sepanjang laga menjadi ujian besar bagi Rizky Ridho cs.
Di sisi lain, Timnas Indonesia patut mewaspadai kekuatan Bulgaria yang pada laga sebelumnya membantai Kepulauan Solomon yang menjadi lawannya dengan skor 10-2.
Alhasil, kini pertanyaannya ialah apakah John Herdman bakal menurunkan kekuatan terbaiknya atau tetap melakukan rotasi agar tetap bisa tampil baik melawan Bulgaria?
Menengok starting line-up yang diturunkan John Herdman saat Timnas Indonesia menang telak atas St Kitts & Nevis.
Komposisi pemain yang dimainkan John Herdman sejak menit pertama, terlihat sangat menarik.
Maarten Paes yang selama ini menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang, dikawal trio bek yang tergolong solid. Yakni Rizky Ridho, Jay Idzes dan Elkan Baggott.
Kembalinya Elkan Baggott ke Timnas Indonesia sejak terakhir kali bermain di Piala Asia 2023, memang membuat tembok pertahanan Garuda kian solid dan kokoh.
Apalagi Elkan Baggott punya postur tubuh yang menjulang, hal itu membuat lini belakang Timnas Indonesia cukup nyaman dalam memenangkan duel udara.
Lalu di lini tengah, John Herdman secara mengejutkan tidak menurunkan gelandang murni untuk mengisi lini tengah.
Absennya Thom Haye dari skuad lantaran skoring, tak membuat John Herdman lantas menurunkan Ivar Jenner dan Joey Pelupessy sebagai duet di lini tengah.
Alih-alih memberi kedua pemain tersebut kesempatan bermain sejak awal, John Herdman justru memasang Jordi Amat dan Calvin Verdonk untuk menjadi penghubung permainan Timnas.
Baik Jordi Amat dan Calvin Verdonk tampil stabil, sampai Ivar Jenner dan Joey Pelupessy dimasukkan di babak kedua.
Di sisi sayap, permainan melebar yang diinginkan John Herdman juga diakomodasi dengan baik Kevin Diks dan Dony Tri Pamungkas.
Tak hanya rajin membantu serang, kedua pemain tersebut juga tampil disiplin dalam hal bertahan, termasuk recovery.
Lalu di depan, kombinasi Beckham Putra dan Ole Romeny serta Ramadan Sananta tergolong cukup baik, meskipun baru bermain bersama untuk pertama kalinya.
Melihat starting line-up tersebut, John Herdman kini punya banyak pilihan melawan Bulgaria yang punya kekuatan lebih baik ketimbang lawan sebelumnya.
Jika melihat opsi yang berada di bangku cadangan saat laga melawan St Kitts & Nevis.
Ada peluang bagi John Herdman untuk memberikan menit bermain juga kepada beberapa pemain cadangannya.
Contohnya Emil Audero yang berpotensi menggantikan posisi Marten Paes sebagai kiper utama melawan Bulgaria.
Di lini belakang, nama Justin Hubner juga layak dipertimbangkan masuk, karena ia sudah punya chemistry dengan Jay Idzes dan Rizky Ridho.
Di lini tengah, ramuan lini tengah terbaik antara Pelupessy dan Jenner juga layak dipertimbangkan sejak menit awal.
Jangan lupakan juga sosok Nathan Tjoe-A-On yang merupakan pemain Timnas Indonesia dengan menit bermain terbanyak di level klub, yang bisa diberi peran mengisi posisi tersebut.
Lalu, Ragnar Oratmangoen yang punya peran pembeda di lini serang, juga layak dicoba dimainkan sejak menit pertama.
John Herdman menyadari betul kualitas Bulgaria sebagai salah satu tim kuat di Eropa.
Menurutnya, The Lions, julukan Bulgaria memiliki agresivitas yang bisa memberikan ancaman serius bagi skuad Garuda.
"Menurut saya, Bulgaria adalah tim papan atas. Mereka memiliki gaya bermain dan kedisiplinan khas Eropa serta sangat agresif," ujar John Herdman.
Mantan pelatih Timnas Kanada itu menegaskan bahwa pertandingan ini diprediksi tak akan mudah bagi Timnas Indonesia.
Pertandingan melawan Bulgaria selayaknya ujian sesungguhnya bagi Timnas Indonesia meski berhasil menang besar pada laga sebelumnya.
Meski ada perbedaan kualitas lawan, Herdman meyakini jika performa anak asuhnya bisa memberikan hasil positif lagi di laga nanti.
Selain menargetkan kemenangan, Herdman juga menganggap laga melawan Bulgaria sebagai sarana untuknya melihat perkembangan para pemainnya.
"Jadi menurut saya, pertandingan melawan Bulgaria adalah kesempatan untuk menguji skuad dan memahami para pemain kami," tutupnya.
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes memberikan komentar menjelang laga pamungkas kontra Bulgaria di FIFA Series 2026.
Jay Idzes, menyatakan bahwa pertandingan melawan Bulgaria merupakan kesempatan penting untuk mengukur kemampuan timnya di era baru bersama pelatih John Herdman.
Jay Idzes menyadari jika Bulgaria bukan lawan yang sembarangan. Karenanya, ia menganggap pertandingan tersebut sebagai ajang uji kemampuan.
"Tentu ini adalah pertandingan dengan standar berbeda, dan kami sangat antusias untuk menguji diri kami melawan tim yang kuat," ujar Idzes.
Dengan skuad saat ini, Jay Idzes tetap yakin jika Timnas Indonesia bisa meraih hasil positif melawan Bulgaria.
"Persiapan kami akan tetap seperti biasa, meskipun dengan pelatih dan staf baru serta beberapa perubahan. Kami tak sabar untuk menghadapi Bulgaria, tim asal Eropa," tandasnya.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan FIFA Series 2026 di Jakarta yang berjalan lancar pada laga perdana.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Presiden FIFA Gianni Infantino atas dukungan penuh terhadap Indonesia sebagai tuan rumah.
“Terima kasih kepada pemerintah, Pak Presiden Prabowo yang memberi kesempatan kita menjadi tuan rumah. Juga kepada Presiden FIFA Gianni Infantino yang mempercayai Indonesia sebagai salah satu dari sembilan negara penyelenggara FIFA Series,” ujar Erick.
Menurut Erick, kelancaran ajang ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menggelar event internasional sekaligus memperkuat posisi di panggung sepakbola dunia.
Di sisi lain, kemenangan meyakinkan Timnas Indonesia 4-0 atas St. Kitts & Nevis pada laga pembuka menjadi sinyal positif bagi skuad Garuda di bawah arahan pelatih anyar, John Herdman.
Erick menegaskan, Garuda tidak boleh gentar menghadapi lawan yang secara peringkat berada di atas.
“Pertandingan ini sangat baik karena kita mendapat kesempatan melawan tim peringkat 87 dunia, Bulgaria. Tapi kita harus berani menghadapi mereka. Kita harus tampil maksimal sebagai tuan rumah,” tegasnya.
Bagi Erick, laga tersebut bukan sekadar pertandingan, melainkan bagian penting dari proses peningkatan kualitas Timnas Indonesia.
Indonesia (3-5-2):
Emil Audero; Kevin Diks, Jay Idzes, Justin Hubner; Sandy Walsh, Beckham Putra, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Dony Tri Pamungkas; Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen
Bulgaria (4-1-4-1):
Mitov, Bosinov, Ivanov, Turitsov, Petrov, Gruev, Petkov, Yankov, Krastev, Dimitrov, Nikolov
Pemain Bintang Indonesia: Ole Romeny
Pemain Bintang Bulgaria: Vladimir Nikolov
Via Vidio.com.