Hujan Deras Landa Wonosobo, Empat Titik Longsor Tutup Akses Jalan
Daniel Ari Purnomo March 30, 2026 09:11 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Cuaca ekstrem berupa guyuran hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memicu rentetan bencana tanah longsor di sejumlah titik wilayah Kabupaten Wonosobo pada Senin (30/3/2026) sore.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Sabarno, menuturkan bahwa peristiwa alam yang terjadi hampir bersamaan ini mayoritas berdampak pada tertutupnya akses infrastruktur jalan serta menimpa area permukiman warga.

"Laporan yang masuk BPBD Wonosobo, longsor terjadi di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Watumalang, Kejajar, dan Mojotengah," ungkapnya.

Baca juga: Longsor Gerus Jalan Desa hingga Rusak Rumah Warga di Kebumen, 10 Orang Mengungsi

Sabarno memastikan insiden ini tidak sampai merenggut korban jiwa atau menyebabkan adanya korban luka.

Kendati demikian, mobilitas perekonomian warga sempat tersendat akibat lumpuhnya sejumlah ruas jalan vital antarkecamatan.

Di wilayah Kecamatan Watumalang, tanah longsor menerjang Desa Mutisari dan memutus akses Jalan Kabupaten ruas Depok-Mutisari.

 Guguran material tanah setinggi lima meter dengan lebar delapan meter menimbun badan jalan, membuat arus kendaraan terhenti selama sekitar 1,5 jam.

Bencana di titik ini dipicu oleh hujan deras yang turun tanpa henti selama dua jam.

"Petugas gabungan sudah langsung melakukan penanganan berupa asesmen, pembersihan material, serta penyemprotan jalan," sebutnya.

Berkat kesigapan petugas di lapangan, akses jalan tersebut dilaporkan sudah bisa dilintasi kendaraan dengan normal pada pukul 17.30 WIB.

Masih di kawasan Desa Mutisari, tepatnya di Dusun Bendungan, sebuah tebing setinggi tiga meter ambrol dan menghantam bagian dapur milik salah seorang warga. Pihak BPBD mengklasifikasikan kerusakan ini dalam kategori ringan dengan taksiran kerugian materiil mencapai Rp7 juta.

"Tidak ada korban dalam kejadian ini," tegasnya.

Longsor lainnya di wilayah Watumalang juga melanda Dusun Lamuk, Desa Kalidesel, yang menimpa sebuah bangunan kandang ternak warga.

Sementara itu, di Kecamatan Kejajar, material tanah dari tebing setinggi 15 meter longsor dan menutup total jalan penghubung jalur Kejajar-Wates di kawasan Dusun Krakal, Desa Surengede. Imbas tumpukan tanah yang tebal, arus lalu lintas di titik ini lumpuh total lebih dari empat jam.

Upaya pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh tim relawan gabungan dibantu alat berat ekskavator dan mobil tangki air penyemprot lumpur.

"Hingga laporan terakhir, proses pembersihan masih terus berlangsung," lanjutnya.

Adapun titik longsor keempat tercatat di Desa Deroduwur, Kecamatan Mojotengah, yang juga sempat memutus jalan kabupaten sebelum akhirnya berhasil ditangani.

Menyikapi rentetan bencana ini, BPBD Wonosobo terus mengimbau warga dan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap ancaman longsor susulan. Risiko ini sangat tinggi terjadi saat hujan deras kembali mengguyur, terutama pada malam hari ketika jarak pandang dan penerangan sangat terbatas.

"Kita terus melakukan monitoring terkait perkembangan situasi di lapangan," pungkasnya. (ima)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.