Sampah Restoran Ada yang Dibuang Sembarangan, DLH Solo Ancam Cabut Ijin Usaha Jika Tak Patuh
Vincentius Jyestha Candraditya March 30, 2026 09:13 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Seorang tukang becak, Joko kedapatan membuang sampah milik suatu restoran secara sembarangan ke Jalan Slamet Riyadi menjelang Car Free Day (CFD). 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo Herwin Tri Nugroho mengungkapkan pihaknya bisa menjatuhkan sanksi pencabutan izin jika pihak restoran terbukti secara sengaja membuang sampah sembarangan.

“Ketentuannya ada nanti kan kita lakukan. Tentu pembinaan juga ya. Mungkin yang paling keras ya itu bisa dicabut izinnya,” ungkapnya saat dihubungi Senin (30/3/2026).

Baca juga: Aksi Tukang Becak Solo Buang Sampah Sembarangan di Jalanan Terbongkar, Beraksi Dini Hari Jelang CFD

Saat ini pelaku yang membuang sampah telah dijatuhi sanksi sosial dengan membersihkan area di tempat ia membuang sampah.

Ia juga diminta membuang sampah sendiri hingga TPA Putri Cempo.

“Sudah dilakukan ini ya pembinaan di Satpol PP ya untuk penelusurannya kemudian kami terima kasih Satpol PP bisa mendapatkan itu dan kami juga jangan ada yang meniru hal hal semacam itu,” jelas Herwin.

Menurutnya, secara umum sampah dari usaha restoran masih cukup terkendali.

Mereka telah bekerjasama dengan jasa pengangkutan resmi.

“Kalau pelaku usaha secara umum punya kewajiban untuk membuang sampahnya sendiri. Menjalin kerja sama dengan penyedia jasa pengangkutan,” terangnya.

Ia pun menyayangkan ada restoran yang justru bekerjasama dengan pengangkutan ilegal yang berpotensi merugikan lingkungan.

Baca juga: Nasib Tukang Becak di Solo Buang Sampah Resto Sembarangan di Jalanan, Kini Dapat Sanksi Sosial Ini!

“Selama ini enggak ada permasalahan, ada yang gandeng pihak-pihak lain yang ternyata enggak diangkut kesana malah diangkut jadi sampah liar gitu ya. Kami menyayangkan semacam itu,” jelasnya.

Selain itu, saat ini sampah dari usaha UMKM juga cukup terkendali. Mereka telah bekerjasama dengan jasa pengangkutan.

“Ada yang membuang sendiri. Ada yang mungkin ke tempat tinggalnya dikelola diolah sendiri. Mungkin PKL kan sampahnya juga mungkin enggak terlalu besar atau dia mungkin gandeng temannya yang punya jasa semacam itu,” tuturnya.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.