TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Sebanyak 52 warga putus sekolah mengikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket C tahun ajaran 2025/2026 yang digelar Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Erlangga secara gratis.
Ujian berlangsung di PKBM Erlangga, Kampung Baru, Kelurahan Bombongan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel, Senin (30/3/2026).
Ketua PKBM Erlangga, Siska Andilolo, menjelaskan program ini ditujukan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang tidak sempat mengenyam pendidikan formal agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
“Sekitar 52 peserta mengikuti ujian Paket C secara gratis,” ujarnya saat ditanya jumlah peserta ujian.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan ujian tersebut peserta terbagi dalam dua jurusan, yakni IPA dan IPS.
Total terdapat 13 mata pelajaran yang diujikan dan dilaksanakan selama beberapa hari sesuai jadwal dari pusat, yakni mulai 30 Maret hingga 4 April 2026.
Pada hari pertama, peserta mengikuti ujian mata pelajaran Sosiologi, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Matematika.
Hari kedua meliputi Bahasa Inggris, Ekonomi, Komputer, dan Geografi.
Sementara pada hari ketiga, peserta mengikuti ujian PJOK, Fisika, Pendidikan Pancasila, Muatan Lokal, dan Kimia.
Selain pembelajaran akademik, PKBM Erlangga juga memberikan pelatihan keterampilan seperti menjahit, sablon kain, hingga kerajinan tangan seperti anyaman.
Siska menambahkan, proses belajar di PKBM dilakukan secara fleksibel, yakni dua kali dalam seminggu pada hari Sabtu dan Minggu, sehingga tidak mengganggu aktivitas peserta.
Menurutnya, PKBM Erlangga telah terakreditasi sehingga sudah dapat menyelenggarakan pendidikan hingga tingkat kelas 12.
Untuk program gratis, diperuntukkan bagi peserta dengan usia maksimal 25 tahun dan dibiayai oleh pemerintah pusat melalui APBN.
Sementara peserta di atas usia 25 tahun dapat mengikuti program mandiri dengan biaya sesuai ketentuan, yakni Paket A sebesar Rp1,5 juta, Paket B Rp1,8 juta, dan Paket C Rp2 juta.
Untuk Paket A (setara SD), usia minimal peserta adalah 10 tahun.
“Kami menyelenggarakan mulai dari kelas 4 SD sampai kelas 12. Walaupun usianya sudah 23 tahun, kalau belum memiliki Paket A, tetap harus mengambil Paket A terlebih dahulu,” jelas Siska.
Ia juga menyebutkan, syarat administrasi untuk mengikuti program ini cukup sederhana, yakni melampirkan KTP, Kartu Keluarga, serta fotokopi ijazah terakhir.
Setelah itu, data peserta akan diinput ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk mendapatkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sebagai syarat mengikuti ujian.
Peserta tidak melalui tahap seleksi, selama dokumen lengkap dan tidak terdaftar di PKBM lain, maka dapat mengikuti program tersebut.
Saat ini, di Kabupaten Tana Toraja terdapat 10 PKBM swasta dan 1 SKBM negeri yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan.
Dari pantauan Tribun Toraja, puluhan peserta terlihat serius mengerjakan soal ujian di dalam ruangan.
Sebagian peserta tampak berusia dewasa, meski mayoritas didominasi oleh anak muda.
Setiap mata pelajaran dikerjakan dalam waktu 90 menit.(*)