PROFIL dan Perjalanan Karir Amir Hamzah, Wabup Lebak yang Bersitegang dengan Bupati Hasbi
Abdul Rosid March 30, 2026 11:07 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Nama Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, tengah menjadi sorotan publik usai bersitegang dengan Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, dalam sebuah acara resmi.

Insiden tersebut terjadi saat kegiatan halal bihalal yang dihadiri ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.

Dalam sambutannya, Hasbi Jayabaya sempat menyinggung peran Wakil Bupati, termasuk menyatakan bahwa Amir Hamzah merupakan mantan narapidana.

Pernyataan itu sontak memicu reaksi dari Amir Hamzah yang hadir dalam acara tersebut.

Baca juga: Amir Hamzah Buka Borok Bupati Lebak, Tuding Hasbi Pernah Masuk Kerja Sekali dalam Seminggu

Kronologi Perseteruan

Sebelum melontarkan pernyataan kontroversial, Hasbi terlebih dahulu menyinggung soal aktivitas Amir yang disebut kerap mengumpulkan kepala dinas di kediamannya.

Menurut Hasbi, hal tersebut tidak sesuai dengan tugas dan kewenangan Wakil Bupati sebagaimana diatur dalam peraturan.

“Tidak boleh Wakil Bupati memanggil kepala dinas ke rumahnya, kecuali jika didelegasikan atau Bupati berhalangan. Tugas Wakil Bupati ada di Pasal 66,” ujarnya dalam sambutan.

Pernyataan kemudian berlanjut dengan kalimat yang memicu ketegangan.

“Untung mantan narapidana jadi Wakil Bupati, harusnya bersyukur,” ucap Hasbi.

Mendengar hal tersebut, Amir Hamzah langsung berdiri dari tempat duduknya. Situasi sempat memanas dan beberapa ASN terlihat berupaya melerai.

Keributan pun tak terhindarkan, hingga akhirnya Amir memilih meninggalkan lokasi acara bersama keluarganya menggunakan mobil dinas.

Respons Amir Hamzah

Menanggapi pernyataan tersebut, Amir Hamzah menyayangkan sikap Bupati Lebak yang dinilai tidak mencerminkan etika dalam berpidato di forum resmi.

Ia menegaskan bahwa acara halal bihalal seharusnya menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, bukan justru memicu perpecahan.

"Harusnya Bupati berpidato ada etika dan tatakrama, sopan santun politik. Kan kita orang-orang berpendidikan, maka ketika berbicara itu harus melihat situasi. Kalau kita acara halal bihalal, lebih baik bicara persatuan, kerukunan, saling memaafkan dan merekatkan, jangan sampai pidato mencerai beraikan," katanya saat ditemui di kediamannya. 

Amir menilai, pernyataan yang dilontarkan Habsi bersifat penghinaan pribadi terhadap dirinya. 

"Si Amir mantan narapidana, untung jadi Wakil Bupati. Itu kan penghinaan pribadi," ujarnya. 

"Makanya pa saya duduk langsung bangkit, mau ngomongin jangan ngomong kaya begitu." 

"Istri saya juga bangkit ngajak pulang," sambungnya. 

HALAL BIHALAL - (Kiri) Bupati Lebak Hasbi jayabaya, (Kanan) Wakil Bupati Lebak Amir hamzah usai hadiri kegiatan halal bihalal di depan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Senin (30/3/2026).
HALAL BIHALAL - (Kiri) Bupati Lebak Hasbi jayabaya, (Kanan) Wakil Bupati Lebak Amir hamzah usai hadiri kegiatan halal bihalal di depan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Senin (30/3/2026). (TribunBanten.com/Misbahudin)

Sosok Amir Hamzah

Amir Hamzah lahir di Banten pada 10 Februari 1965. Di usianya yang kini menginjak 61 tahun, ia dikenal sebagai birokrat senior sekaligus politisi yang telah lama mengabdi di Kabupaten Lebak.

Kariernya dimulai dari bawah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 1993, dengan jabatan awal sebagai pelaksana di Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak.

Dari posisi tersebut, Amir perlahan menapaki berbagai jabatan strategis di lingkungan pemerintahan daerah.

Dalam kehidupan pribadi, Amir Hamzah menikah dengan Susi Hanurawati dan dikaruniai tiga orang anak.

Riwayat Pendidikan

Amir menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Rangkasbitung, Lebak.

Ia memulai pendidikan di SD Negeri 02 Rangkasbitung (1971–1977), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Rangkasbitung (1978–1981), dan SMA Negeri Rangkasbitung hingga lulus pada 1984.

Setelah itu, Amir melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan meraih gelar Insinyur pada 1989.

Untuk memperdalam pengetahuan di bidang pemerintahan, ia kemudian menyelesaikan Program Magister Administrasi Negara di Universitas Krisnadwipayana pada 2005.

Perjalanan Karier

Perjalanan karier Amir Hamzah di pemerintahan terbilang panjang, di antaranya:

Sekretaris Pribadi Bupati Lebak (1993–1998)

Kepala Bidang Data dan Penelitian Bappeda 

Kabupaten Lebak (1998–2000)

Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kabupaten Lebak (2000–2003)

Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Inkosbudpar (2003–2004)

Staf Ahli Khusus Bupati Lebak (2004)

Kepala Bagian Program Setda Kabupaten Lebak (2004–2005)

Asisten Daerah III Kabupaten Lebak (2005–2006)

Plt Direktur Lebak Niaga (2006)

Kepala Bappeda Kabupaten Lebak (2006–2008)

Wakil Bupati Lebak (2008–2013)

Wakil Bupati Lebak (2025–2030)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.