Jembatan Putus Pascabencana, Pasien Rujukan di Pining Gayo Lues Harus Ditandu Menyeberangi Sungai
Sri Widya Rahma March 30, 2026 11:07 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues 

TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Warga di beberapa desa di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, hingga kini masih mengalami keterisolasian pascabencana banjir bandang yang terjadi empat bulan lalu.

Baca juga: Pemkab Bener Meriah belum Realisasikan Janji Pembangunan Jembatan Weh Kanis, Dikeluhkan Warga

Bencana tersebut menyebabkan putusnya jembatan serta akses jalan utama menuju wilayah tersebut.

Hingga saat ini, warga terpaksa menyeberangi derasnya arus Sungai Pintu Rime setiap hari karena jembatan penghubung belum juga dibangun kembali, Senin (30/3/2026).

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu dan penuh risiko.

Pasien Rujukan Ditandu, Nyawa Jadi Taruhan

Situasi yang paling memprihatinkan terjadi pada pasien yang harus dirujuk dari Puskesmas Pining ke RSUD Muhammad Ali Kasim Gayo Lues.

Para pasien terpaksa ditandu secara bergotong royong oleh warga untuk menyeberangi sungai yang arusnya deras, dengan risiko besar terhadap keselamatan jiwa.

Baca juga: Janji Pembangunan Jembatan Darurat Wih Kanis Bener Meriah Meleset, YARA: Nyawa Warga Masih Terancam!

"Setiap ada pasien yang dirujuk ke RSUD Muhammad Ali Kasim Gayo Lues dari Puskesmas  Pining, kini harus berhadapan dengan waktu.

Dan pasien juga terpaksa ditandu atau digotong oleh warga untuk menyeberangi derasnya air sungai Pintu Rime itu," kata petugas kesehatan dari Puskesmas Pining, Sasmita dibenarkan sejumlah warga dan keluarga pasien kepada TribunGayo.com, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, proses penyeberangan tersebut sangat berbahaya karena keselamatan pasien dan warga yang membantu benar-benar dipertaruhkan.

Kejadian ini bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan berulang kali sejak jembatan penghubung putus akibat banjir bandang.

Warga Desak Pembangunan Jembatan

Hal senada disampaikan tokoh pemuda Pining, Sabri.

Ia menyebutkan bahwa warga sangat berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan tersebut guna mencegah jatuhnya korban jiwa, mengingat jembatan itu merupakan akses utama penghubung wilayah.

Menurutnya, sejak jembatan di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Blangkejeren dengan Lokop, Kabupaten Aceh Timur, putus akibat banjir bandang, warga dan pengguna kendaraan terpaksa menyeberangi Sungai Pintu Rime setiap hari.

"Kini bukan hanya sekedar jembatan dan akses jalan penghubung yang putus selama ini, akan tetapi akses hidup dan perekonomian masyarakat di Kecamatan Pining juga yang terhambat, bahkan keselamatan warga juga dipertaruhkan," sebut Sabri. (*)

Baca juga: Jembatan Darurat Wih Kanis Bener Meriah Tak Kunjung Dibangun, Warga: Mana Janji Pemerintah?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.