600 Hektar Lahan Gambut Terbakar di 6 Desa, Bupati Sebut Api Karhutla di Pelalawan Mulai Terkendali 
M Iqbal March 30, 2026 11:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan menyampaikan pernyataan resmi terkait bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Pelalawan satu bulan terakhir. 

 


Bupati Pelalawan H Zukri didampingi Kapolres AKBP John Louis Letedara SIK didampingi Sekdakab Tengku Zulfan, Kalaksa BPBD Zulfan M.Si serta Kepala Dinas Damkar Indrawan Putra memberikan keterangan pers kepada media di ruang Command Centre kantor bupati, Senin (30/3/2026). Dalam penjelasannya, Bupati Zukri menyampaikan Karhutla di beberapa lokasi sudah mulai terkendali.  

 


Petugas gabungan dari berbagai instansi masih siaga di lapangan untuk melaksanakan operasi pemadaman darat. Melibatkan berbagai unsur dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Damkar, Manggala Agni, MPA, serta perangkat desa. Dibantu oleh regu pemadam dari beberapa perusahaan swasta yang ada di sekitar areal Karhutla. 

 


"Saat ini titik api sudah mulai terkendali. Apalagi dibantu dengan OMC, insyaallah tidak akan berpotensi jadi hotspot baru lagi," ujar Bupati Zukri kepada awak media, Senin (30/3/2026) sore.

 


Api Karhutla membelenggu 6 desa di dua kecamatan. Diantaranya Desa Pulau Muda, Desa Gambut Mutiara, dan Desa Pangkalan Terap yang terletak di Kecamatan Teluk Meranti. Kemudian di Kelurahan Teluk Dalam, Desa Teluk Beringin, dan Desa Sungai Upih di Kecamatan Kuala Kampar. 

 


Total lahan gambut yang telah hangus di lalap si jago merah diperkirakan 600 hektar lebih. Apabila digabungkan dari beberapa lokasi Karhutla yang tersebar di 6 desa tersebut. 

 


"Dari 600 hektar dari luasan keseluruhannya yang terbakar, ini jadi atensi bersama dari semuanya," beber Zukri.

 


Ia mengimbau agar seluruh masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan atau mengolah lahan dengan cara membakar. Agar Pelalawan terhindar dari bencana Karhutla. 

 


Kapolres AKBP John Louis Letedara SIK menyebutkan pihaknya mengintensifkan patroli titik api di daerah rawan Karhutla. Diikuti dengan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat maupun pemilik lahan tentang bahaya membakar lahan. 

 


"Kami bersama instansi lain turun ke lapangan dan bahu membahu untuk memadamkan api Karhutla," ungkapnya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.