TRIBUNNEWS.COM - Timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up dan merelakan gelar juara FIFA Series 2026 jatuh ke tangan Bulgaria setelah kalah tipis 0-1 dalam partai final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3/2026) malam WIB.
Gol semata wayang tim tamu lahir dari titik putih melalui eksekusi Petkov Marin pada menit ke-38.
Penalti diberikan wasit setelah pelanggaran Kevin Diks di kotak terlarang dikonfirmasi melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR).
Meski tampil dominan di sepanjang pertandingan, Jay Idzes dkk gagal menyamakan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan menyakitkan di partai puncak ini berdampak langsung pada perolehan poin Timnas Indonesia di tabel peringkat dunia.
Berdasarkan live update dari laman resmi FIFA, per Senin (30/3) pukul 22.00 WIB, Timnas Indonesia harus kehilangan -3,81 poin akibat hasil minor ini.
Sebelumnya, skuad asuhan John Herdman sempat memanen poin usai melibas Saint Kitts and Nevis 4-0 di laga semifinal. Namun, tambahan poin tersebut kini tergerus kembali.
Beruntung, meski kehilangan poin, posisi Timnas Indonesia masih tertahan di peringkat 121 dunia dengan total 1.144,88 poin.
Di sisi lain, Bulgaria yang datang sebagai unggulan berhasil membawa pulang tambahan +3,81 poin.
Tim asuhan Aleksandar Dimitrov kini mengoleksi total 1.278,90 poin dan duduk nyaman di peringkat 86 dunia.
Simak update ranking FIFA paling update di sini: Link <<<
Baca juga: Hasil Final FiFA Series 2026 - Bulgaria Juara, Apresiasi Timnas Indonesia yang Kalah 0-1
Kekalahan atas Bulgaria ini memperpanjang catatan kelam Timnas Indonesia saat berhadapan dengan negara-negara asal Benua Biru.
Sepanjang sejarah, terutama dalam dua dekade terakhir, Garuda seolah menemui tembok tebal setiap kali menjajal kekuatan wakil UEFA.
Data menunjukkan dalam lima pertemuan terakhir melawan tim Eropa, Indonesia mencatatkan hasil yang kurang memuaskan:
Satu hal yang menyesakkan adalah fakta bahwa Timnas Indonesia belum pernah mampu menang di kandang sendiri saat menjamu tim Eropa dalam 20 tahun terakhir.
Satu-satunya kemenangan atas Andorra pada Maret 2014 silam diraih saat Garuda melakoni pemusatan latihan di Spanyol, bukan di hadapan publik sendiri.
Kekalahan dari Bulgaria di SUGBK semalam menegaskan bahwa level sepak bola Eropa masih menjadi tantangan besar bagi perkembangan Timnas Indonesia menuju panggung dunia yang lebih tinggi.
Meski gagal juara, perjuangan tim asuhan John Herdman di ajang FIFA Series 2026 patut diapresiasi.
Menghadapi tim dengan ranking FIFA cukup jauh, terpaut 35 peringkat dengan Bulgaria, Timnas Indonesia berhasil mendominasi permainan.
Bahkan Timnas Indonesia mampu membuat Bulgaria bermain bertahan total sepanjang laga, dan Garuda memiliki peluang-peluang lewat sepakan Ole Romeny dan Rizky Ridho yang membentur mistar gawang.
Kini pekerjaan rumah menanti John Herdman. Ia harus bisa membuat lini depan Skuad Garuda lebih klinis saat menghadapi lawan yang bermain parkir bus seperti Bulgaria ini.
Ajang ini dapat dijadikan pelajaran sekaligus menjadi pijakan awal sebelum menghadapi kompetisi resmi bergengsi selanjutnya seperti Piala AFF 2026 dan Piala Asia 2027.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)