WARTAKOTALIVE.COM, Jepang — Pemerintah Indonesia menyampaikan sikap tegas sekaligus duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam serangan yang terjadi di wilayah Lebanon.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, di tengah agenda diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang.
Dalam keterangannya pada Senin (30/3/2026), Sugiono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan yang diduga dilakukan oleh Israel Defense Forces terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.
Insiden tersebut menyebabkan seorang prajurit TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian internasional.
“Kami selaku Menteri Luar Negeri dan mewakili Pemerintah Republik Indonesia mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kemudian juga mengecam keras insiden ini,” ujar Sugiono.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memandang serangan terhadap personel penjaga perdamaian sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan pasukan dalam misi perdamaian.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk memastikan adanya investigasi menyeluruh atas insiden tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian Indonesia di kawasan konflik.
Selama ini, TNI tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang bertugas menjaga stabilitas di wilayah perbatasan Lebanon-Israel yang kerap memanas.
Di sisi lain, Sugiono juga menyinggung agenda kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang yang berlangsung dalam waktu bersamaan.
Dalam lawatan tersebut, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi guna membahas penguatan kerja sama bilateral, terutama di bidang politik dan pemerintahan.
Kunjungan ini dinilai penting dalam konteks memperkuat hubungan strategis Indonesia dengan Jepang di tengah dinamika geopolitik kawasan.
Pemerintah berharap kerja sama kedua negara dapat terus berkembang, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga stabilitas regional dan keamanan internasional.
Meski demikian, duka atas gugurnya prajurit TNI menjadi bayang-bayang serius dalam momentum diplomasi tersebut.
Pemerintah memastikan akan memberikan penghormatan terbaik bagi prajurit yang gugur, sekaligus memperjuangkan akuntabilitas atas insiden yang terjadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa peran Indonesia dalam misi perdamaian dunia tidak lepas dari risiko besar.
Namun demikian, komitmen untuk menjaga perdamaian global tetap menjadi bagian dari politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.