Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNNEWSMAKER.COM, SUKOHARJO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo mencatat tidak terjadi peningkatan signifikan volume sampah selama periode Lebaran 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata produksi sampah harian justru mengalami penurunan dibanding hari biasa.
Kepala DLH Sukoharjo, Agus Suprapto, mengatakan secara umum tidak ada lonjakan berarti selama Ramadan hingga Lebaran.
Jika pun terjadi peningkatan, jumlahnya relatif kecil dan masih dalam batas yang dapat ditangani.
“Kalau peningkatan volume sampah, dari data yang saya terima itu tidak ada. Kalaupun ada, hanya sedikit dan masih bisa kami cover,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Agus menjelaskan, sejak awal Ramadan memang mulai terjadi kenaikan volume sampah, namun tidak terlalu signifikan.
Rata-rata produksi sampah harian berada di kisaran 220 hingga 230 ton per hari.
Menurutnya, lonjakan kecil sempat terjadi sejak awal puasa hingga menjelang Lebaran, namun kondisi tersebut tetap terkendali.
Bahkan, selama masa Lebaran, rata-rata volume sampah tercatat sekitar 224 ton per hari, lebih rendah dibanding hari normal yang mencapai sekitar 266 ton per hari.
“Secara data, justru selama Lebaran rata-rata turun menjadi 224 ton per hari, padahal biasanya sekitar 266 ton per hari,” terangnya.
Lebih lanjut, Agus memaparkan sebelum memasuki bulan puasa hingga sekitar lima hari pertama Ramadan, volume sampah masih stabil di angka rata-rata 280 ton per hari.
Peningkatan mulai terlihat memasuki hari ketujuh puasa hingga mendekati Lebaran.
“Mulai puasa hari ketujuh ada kenaikan, dan mendekati H-4 Lebaran peningkatannya sekitar 15 sampai 25 ton per hari,” jelasnya.
Sementara itu, puncak kenaikan volume sampah diperkirakan terjadi setelah Lebaran, tepatnya mulai hari kedua hingga hari kesepuluh pasca-Lebaran.
Berdasarkan data DLH, rata-rata volume sampah pada periode 15 Februari hingga 24 Maret 2026 tercatat sekitar 224 ton per hari.
Angka ini lebih rendah dibanding rata-rata sebelumnya yang mencapai sekitar 266,30 ton per hari.
“Artinya, secara keseluruhan tidak ada peningkatan volume sampah saat Lebaran tahun ini,” tegas Agus.
Ia juga menambahkan, kondisi ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada Lebaran 2025, volume sampah di Sukoharjo sempat mengalami peningkatan sekitar 10 persen atau setara 20 ton per hari.
Dengan kondisi tahun ini yang relatif stabil, DLH Sukoharjo memastikan pengelolaan sampah selama Ramadan hingga Lebaran berjalan optimal dan tidak menimbulkan persoalan berarti di masyarakat. (*)