SURYA.CO.ID, GRESIK - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memimpin langsung sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menekankan 'Kolaborasi Program Prioritas Presiden' pada Senin (30/3/2026).
Kedatangan Gus Ipul ke Aula Mandala Bhakti Praja Kabupaten Gresik disambut oleh penampilan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik, diantaranya seperti penampilan paduan suara, pembacaan puisi, dan pidato empat bahasa. Bahasa Inggris; bahasa Arab; bahasa Tagalog; dan bahasa Prancis.
Penampilan-penampilan siswa Sekolah Rakyat ini menunjukkan bahwa potensi bisa muncul dari mana saja, bahkan dari anak-anak yang belum pernah terbawa dalam proses pembangunan negara.
Pada kegiatan ini, Gus Ipul juga menyalurkan bantuan kewirausahaan kepada 75 Orang Tua SRMA 37 Gresik, dengan total nilai bantuan Rp 391.853.366.
Penyerahan bantuan secara simbolis diwakili oleh 5 Orang Tua siswa.
Baca juga: Pemkab Gresik MoU dengan Pemprov Jatim dan BPS Terkait Kebijakan Berbasis Data Tunggal
Gus Ipul mengungkap Sekolah Rakyat menjadi miniatur dalam pengentasan kemiskinan.
"Mereka yang sekolah di Sekolah Rakyat adalah mereka yang ada di desil 1, desil 2 DTSEN. Tidak boleh yang lain-lain. Sekarang masih belum semua tahu, tapi ke depan akan berebut. Karena sekolah rakyat ini memang bagi orang-orang khusus, orang-orang istimewa, orang-orang yang belum terbawa dalam proses pembangunan," ujar Gus Ipul.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima penanganan utuh, tidak hanya anaknya yang mendapatkan layanan pendidikan, namun, keluarganya juga mendapatkan program-program strategis Presiden Prabowo lainnya.
"Luar biasa sekolah rakyat ini nanti. Sekolah ini anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, rumahnya dibantu supaya lebih layak huni, mendapatkan bansos lengkap, dapat PBI satu keluarga, ya tentu mereka dapat program-program strategis presiden yang lain," bebernya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan bahwa sasaran Sekolah Rakyat adalah untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dia menambahkan bahwa DTSEN bersifat dinamis, setiap hari ada yang meninggal, ada yang lahir, ada yang menikah, dan berpindah tempat.
Oleh karena itu, data ini perlu dimutakhirkan setiap saat.
"Jangan ada yang menganggap data ini statis," imbuhnya.
Gus Ipul mengajak pemerintah daerah Kabupaten Gresik dalam hal ini pemerintah daerah, operator data, dan pilar-pilar sosial untuk terus melakukan upaya pemutakhiran data.
Presiden Prabowo Subianto melalui Inpres No. 4 Tahun 2025 tentang DTSEN, ingin memastikan seluruh warga Indonesia yang seharusnya mendapatkan perlindungan sosial, bisa dijangkau oleh program-program prioritas.
"Maka dengan adanya instruksi Presiden ini, diharapkan datanya tunggal, tidak ada lagi semua pegang data sendiri-sendiri, dan yang memegang data adalah BPS," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik terus melakukan upaya penyelarasan DTSEN.
Penyelarasan, khususnya pada kelompok masyarakat Desil 1-4, melalui ground check bersama BPS, sehingga penetapan desil sesuai kondisi di lapangan.
"Melalui kolaborasi program prioritas Presiden ini. Kita tidak hanya berbicara tentang peningkatan kapasitas individu. Tidak hanya memandang masalah kemiskinan secara mikro. Tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang mendukung kemandiran ekonomi masyarakat," kata Alif, sapaan akrabnya. (wil)