BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinamika global membuat masyarakat cemas terhadap kemungkinan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.
Salah satunya Ibnu Rahman, yang mengaku terus memantau perkembangan informasi melalui media terkait dinamika global dan nasional.
Terakhir ia mengaku membeli BBM subside jenis pertalite di SPBU masih harga normal Rp 10 ribu per liter alias tidak ada kenaikan.
Terkait isu akan adanya kenaikan BBM per 1 April di Indonesia, ia berharap isu tersebut tidak benar dan tidak terjadi. Begitu juga BBM non subsidi masih belum terjadi kenaikan baik di SPBU maupun eceran.
“Saat ini saya membeli Pertalite di SPBU seharga Rp 10.000 per liter, sementara di tingkat eceran masih sekitar Rp 12.000,” ujarnya.
Ia juga mengaku mendengar kabar bahwa Presiden Prabowo mewanti-wanti masyarakat untuk mulai mengonversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik.
Pekerja swasta ini pun mengaku sudah mulai memikirkan alternatif alat transportasi pengganti sepeda motor jika seaktu-waktu harga BBM melonjak naik ataupun krisis BBM.
“Jika harga BBM global terus bermasalah akibat isu internasional, harus siap-siap beralih ke kendaraan lain,” ujarnya.
Ibnu berharap, jika sewaktu-waktu penggunaan bensin harus digantikan, harga kendaraan listrik terutama sepeda motor jangan terlalu mahal. “Jangan sampai harganya tinggi, tetapi mobilitasnya justru kurang efisien,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)