TribunGayo.com, NASIONAL - Pada awal perdagangan Senin (30/3/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali berada di bawah tekanan.
Baca juga: Hingga Akhir Perdagangan, Nilai Tukar Rupiah Bergerak Melemah Dekati Rp17.000/Dolar AS
Di pasar spot, rupiah di tutup di posisi Rp17.002 per dolar AS, sehingga kembali melampaui level psikologis Rp17.000.
Jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada Jumat (27/3/2026) yang berada di Rp16.980 per dolar AS, rupiah tercatat melemah sekitar 0,13 persen.
Tekanan terhadap rupiah ini terjadi bersamaan dengan pelemahan sejumlah mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS.
Pergerakan hingga pukul 15.00 WIB, menunjukkan won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penurunan paling besar di kawasan Asia setelah terkoreksi 0,5 persen.
Ringgit Malaysia juga mengalami pelemahan cukup dalam, yakni sekitar 0,44 persen.
Sementara itu, peso Filipina turun 0,29 persen dan dolar Taiwan melemah 0,18 persen.
Dolar Singapura turut mengalami penurunan sebesar 0,09 persen.
Tekanan juga dialami dolar Hong Kong dan yuan China yang masing-masing turun 0,04 persen dan 0,009 persen.
Di tengah tren pelemahan mayoritas mata uang Asia tersebut, yen Jepang justru menjadi mata uang yang bergerak menguat dengan kenaikan 0,33 persen terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini.
Diikuti, rupee India yang terkerek 0,22 persen dan baht Thailand yang menguat tipis 0,11 persen.
Baca juga: Sempat Berhasil Menguat, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini 27 Maret 2026 Kembali Melemah
Berikut rincian pergerakan mata uang terhadap dolar AS pada Senin (30/3/2026):
Namun, sejumlah mata uang justru mengalami penguatan terhadap greenback, di antaranya:
Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 26 Maret 2026 Berhasil Menguat Rp16.892 per Dolar AS