Rico Ceper Puji Taktik John Herdman: Lebih Menggigit dari Era PK, Ole Romeny di Atas Rata-rata!
Hasiolan Eko P Gultom March 30, 2026 11:57 PM

Rico Ceper Puji Taktik John Herdman: Lebih Menggigit dari Era PK, Ole Romeny di Atas Rata-rata!

Alfarizy Ajie Fadhilah/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presenter Rico Ceper, memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan permainan Timnas Indonesia meski harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3/2026) malam.

Menurut Rico, duel tersebut berlangsung sangat seru. Ia menilai skuad Garuda menunjukkan perlawanan yang luar biasa mengingat adanya perbedaan peringkat FIFA yang cukup jauh antara kedua negara.

Baca juga: Drama VAR, Penalti, dan Mistar Gawang Warnai Kekalahan Timnas Indonesia dari Bulgaria

"Seru, seru. Kita kalah cuma 0-1. Ya disyukuri aja lah, memang segitu mampunya. Tapi bayangkan, peringkat 84 (Bulgaria) lawan 120 (Indonesia), Indonesia bisa melawan kan?" ujar Rico Ceper saat ditemui awak media di area stadion usai laga.

Secara khusus, Rico menyoroti penampilan penyerang Skuad Garuda, Ole Romeny. Meski peluangnya sempat dua kali membentur tiang gawang, Rico menilai kehadiran Ole memberikan warna baru yang sangat menonjol di lini depan Indonesia.

"Kalau yang menonjol tadi jujur Ole Romeny ya. Ini pemain agak di atas rata-rata. Pegang bolanya bagus, screening-nya bagus, passing-nya bagus, ngerepotin banget lawan," ungkap Rico.

Rico menyebut nasib Indonesia malam ini hanya kurang beruntung karena peluang emas tersebut gagal berbuah gol.

"Dua kali kena tiang, Ole Romeny sekali tadi coba chop. Ya memang belum rezeki saja," tambahnya.

Selain performa individu, Rico juga membedah perubahan taktik yang dibawa pelatih John Herdman.

Ia merasakan ada perbedaan signifikan dalam skema bermain Timnas saat ini dibandingkan pelatih sebelumnya, Patrick Kluivert.

"Kalau menurut pendapat saya, bentuk mainnya lebih bagus jika dibanding saat dilatih Patrick Kluivert. Era PK (Patrick Kluivert) sebentar saja dan tidak begitu menggigit. Nah, ini (era Herdman) lumayan menggigit, sudah mulai terasa bentuk permainannya," jelasnya.

Rico juga memuji fleksibilitas taktik di babak kedua, di mana pergerakan Calvin Verdonk, Nathan Tjoe-A-On, dan Ragnar Oratmangoen sempat membuat pertahanan Bulgaria kewalahan.

"Babak kedua ada perubahan, lebih hidup banget. Bulgaria sampai ketekan. Meski kalah, kita harus kasih kesempatan dan biarkan proses ini berjalan. Intinya kita bangga Timnas bisa masuk final," pungkas Rico.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.