Laporan Jurnalis TribunBanten.com, Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kekalahan tipis Tim Nasional (Timnas) Indonesia dari Bulgaria dengan skor 0-1 dalam laga final FIFA Series 2026, Senin (30/3/2026) malam, menuai beragam respons.
Meski hasil akhir tidak berpihak pada skuad Garuda, sejumlah pihak menilai performa tim menunjukkan perkembangan positif, terutama di babak kedua.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten, Agus Rasyid, menilai hasil tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.
Baca juga: Ikut Nobar Timnas Indonesia di Gedung Negara Banten: Dua Warga Kota Serang Dapat Doorprize
Menurut dia, faktor keberuntungan menjadi pembeda utama dalam laga tersebut.
“Kalau melihat pertandingan tadi, menurut saya cukup seru. Timnas kita sebenarnya bermain bagus, terutama di babak kedua. Hanya saja memang kita kurang beruntung. Gol lawan terjadi dari penalti di babak pertama,” ujar Agus Rasyid kepada TribunBanten.com usai menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) di halaman Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang.
Agus menambahkan, secara permainan, Indonesia mampu memberikan tekanan dan menunjukkan kualitas yang tidak kalah dari lawan.
Namun, peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol.
Di sisi lain, ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan nobar tersebut.
Ratusan warga memadati lokasi sejak sebelum pertandingan dimulai, menciptakan suasana meriah penuh dukungan bagi Timnas.
Pantauan di Lokasi Nobar
Berdasarkan pantauan di lapangan, warga mulai berdatangan sejak sekitar pukul 19.30 WIB. Mereka hadir secara berkelompok, mulai dari keluarga, pasangan, hingga komunitas pecinta sepak bola.
Layar besar yang disediakan pemerintah provinsi menjadi pusat perhatian, dengan sorak sorai penonton menggema setiap kali Timnas Indonesia melancarkan serangan.
Saat peluit kick-off dibunyikan, suasana langsung berubah menjadi riuh. Teriakan dukungan terdengar sepanjang pertandingan, terutama ketika Indonesia memasuki babak kedua dan tampil lebih agresif.
Namun, suasana sempat hening ketika Bulgaria mendapatkan hadiah penalti di babak pertama yang kemudian berbuah gol.
Meski demikian, dukungan warga tidak surut hingga laga berakhir.
Agus Rasyid menilai kegiatan nobar seperti ini memiliki dampak positif yang luas, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga, khususnya sepak bola.
“Harapannya ke depan, kegiatan nobar seperti ini terus digalakkan. Selain mendukung Timnas, ini juga bisa meningkatkan minat dan bakat anak-anak muda kita. Sepak bola ini olahraga yang disukai semua kalangan, dari tua sampai muda,” katanya.
Ia berharap, ke depan performa Timnas Indonesia semakin meningkat dan mampu meraih hasil lebih baik dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.