Teror Ulat Bulu di Boyolali, Serang Rumah Warga, Picu Kekhawatiran Gatal-gatal
Ryantono Puji Santoso March 31, 2026 07:27 AM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

‎TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Fenomena kemunculan ulat bulu tengah terjadi di sejumlah wilayah Boyolali.

Bahkan, laporan terkait serangan ulat bulu tidak hanya terjadi di lingkungan gereja, tetapi juga sudah merambah ke permukiman warga.

Sebelum melakukan penanganan di Gereja Katolik Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Boyolali, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Boyolali ternyata telah menerima permintaan evakuasi serupa dari lokasi lain.

Anggota Rescue Damkar Boyolali, Sri Wiyatno, mengungkapkan, sehari sebelumnya pihaknya mendapat laporan adanya serangan ulat bulu yang masuk ke dalam rumah warga di Kecamatan Teras.

Baca juga: Terima 3 Laporan Soal Serangan Ulat Bulu, DKPP Klaten : Wajar Karena Siklus saat Musim Hujan

Baca juga: Serbuan Ulat Bulu Sasar Pohon Ketapang di Delanggu Klaten, Relawan Basmi dengan Desinfektan

Baca juga: Ribuan Ulat Hijau Ganggu Aktivitas Jemaat, Gereja Katolik HTB SP Maria Boyolali Panggil Damkar

Menurutnya, kemunculan ulat bulu saat ini diduga sedang memasuki masa puncak perkembangan sebelum berubah menjadi kepompong.

“Ini memang kemungkinan musim puncak ulat berkembang sebelum menjadi kepompong,” ujarnya.

ILUSTRASI. Damkar Sukoharjo membersihkan ulat bulu di pohon di Kecamatan Baki. Di Boyolali juga muncul keberadaan ulat bulu ini.
ILUSTRASI. Damkar Sukoharjo membersihkan ulat bulu di pohon di Kecamatan Baki. Di Boyolali juga muncul keberadaan ulat bulu ini. (TribunSolo.com / Istimewa)

Khawatir Gatal-gatal

Selain laporan di rumah warga, teror ulat bulu ini juga terjadi di Gereja Katolik Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Boyolali menjelang perayaan Paskah.

Pohon tersebut disemprot menggunakan air yang dicampur deterjen guna membersihkan ulat bulu yang menyerang daun.

Dalam beberapa hari terakhir, pohon beringin itu memang dipenuhi ulat bulu. Bahkan, banyak ulat yang jatuh ke halaman gereja, terutama saat tertiup angin.

Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu aktivitas jemaat, terlebih menjelang rangkaian ibadah Paskah.

Karena jumlah ulat cukup banyak dan pohon berukuran tinggi, pengurus gereja pun meminta bantuan Damkar untuk melakukan pembersihan.

Ia menjelaskan, evakuasi dilakukan untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di lokasi terdampak.

“Ini dilakukan evakuasi agar nanti saat perayaan Paskah, jemaah tidak terganggu banyaknya ulat bulu. Karena ulat ini apabila tersentuh bisa menyebabkan gatal-gatal,” tuturnya.

Damkar Boyolali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan kemunculan ulat bulu dalam jumlah banyak, terutama yang berpotensi mengganggu aktivitas. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.