KLB Campak di Jawa Tengah, 3 Daerah Terdampak, Imunisasi Jadi Solusi Utama
M Zulkodri March 31, 2026 09:23 AM

 

BANGKAPOS.COM--Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah.

Tiga daerah yang telah ditetapkan mengalami KLB yakni Kabupaten Cilacap, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Pati.

Sementara itu, dua wilayah lainnya, yakni Kabupaten Brebes dan Kabupaten Kudus, saat ini masuk dalam kategori suspek sebagai bagian dari langkah antisipasi penyebaran penyakit yang sangat menular tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menegaskan bahwa tingkat kewaspadaan terhadap campak harus terus ditingkatkan.

Ia menilai penguatan imunisasi menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini.

“Penguatan imunisasi menjadi langkah penting, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya,” ujarnya dalam keterangan resmi usai menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI, Senin (30/3/2026).

Dampak Pandemi terhadap Imunisasi

Taj Yasin menjelaskan, meningkatnya kasus campak saat ini tidak terlepas dari terganggunya layanan imunisasi selama pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.

Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penurunan cakupan imunisasi di sejumlah wilayah.

Sebagai respons, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini tengah menggenjot kembali program imunisasi guna mengejar ketertinggalan yang terjadi selama masa pandemi.

“Ini menjadi momentum untuk mempercepat pemulihan cakupan imunisasi. Kami terus mendorong kampanye kepada masyarakat agar kembali aktif mengikuti program vaksinasi,” tegasnya.

Capaian Vaksinasi Melampaui Target

Meski dihadapkan pada sejumlah kasus KLB, capaian vaksinasi campak-rubella (MR) di Jawa Tengah pada 2025 justru menunjukkan hasil positif.

Data pemerintah provinsi mencatat cakupan imunisasi mencapai 106,7 persen, melampaui target yang telah ditetapkan.

Namun demikian, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah daerah dengan cakupan imunisasi rendah yang berpotensi menjadi titik baru penyebaran campak.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, mengapresiasi kinerja Jawa Tengah dalam menjaga konsistensi imunisasi meskipun memiliki jumlah penduduk yang besar.

“Dengan populasi yang besar, Jawa Tengah tetap mampu menjaga cakupan imunisasi. Wilayah dengan capaian di bawah 95 persen hanya sedikit,” ujarnya.

Edukasi Publik Perlu Diperkuat

Di sisi lain, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menekankan pentingnya edukasi publik secara masif dan kolaboratif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap imunisasi.

Menurutnya, masih ada sebagian orang tua yang ragu terhadap vaksinasi, sehingga perlu pendekatan yang lebih luas dengan melibatkan berbagai pihak.

“Edukasi harus dilakukan bersama-sama, melibatkan guru, orang tua, hingga influencer. Ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah,” kata Felly.

Ia juga menyoroti pentingnya peran sekolah dan tenaga pendidik sebagai garda terdepan dalam memberikan pemahaman kepada orang tua siswa.

Upaya Cegah Penyebaran Meluas

Pemerintah berharap sinergi antara tenaga kesehatan, pendidik, dan masyarakat dapat mempercepat peningkatan cakupan imunisasi serta memutus rantai penularan campak.

Dengan langkah tersebut, diharapkan status KLB tidak meluas ke wilayah lain di Jawa Tengah, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat terhadap penyakit menular di masa mendatang.
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.