Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warta humaniora kemarin, Senin (30/3) masih menarik dibaca hari ini, mulai dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan menghentikan insentif bagi mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) jika terbukti menaikkan harga atau "mark up" bahan baku hingga Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang menyediakan layanan klinik kesehatan menyambut musim haji 2026.

Berikut rangkuman selengkapnya:

MBG beroperasi besok, BGN setop insentif mitra "mark up" bahan baku

Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara profesional menjelang kembali beroperasinya program peningkatan gizi tersebut pada esok hari, Selasa (31/3).

BGN: MBG ciptakan pasar besar dan insentif bagi sektor peternakan

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya, menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi pengungkit utama transformasi sektor peternakan nasional.​​​​​​​

Mensos: Pemutakhiran DTSEN penting agar bansos tepat sasaran

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.

Wamen Fajar ingatkan pentingnya pembiasaan disiplin usai libur panjang

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya pembiasaan disiplin dan penguatan karakter siswa di lingkungan sekolah usai libur panjang Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi.

Kemenhaj: 45 klinik kesehatan di Makkah-Madinah siap layani haji 2026

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat skema layanan kesehatan pada musim haji 1447 H/2026 M dengan menyediakan 45 klinik kesehatan di Makkah dan Madinah, Arab Saudi, yang siap melayani jamaah haji Indonesia.​​​​​​​