Jakarta (ANTARA) - Sejumlah peristiwa kriminal terjadi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Senin (30/3), mulai dari penangkapan terduga pelaku pembunuhan yang menyembunyikan korbannya di dalam freezer di Kabupaten Bekasi hingga pengusutan dalang utama kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Berikut berita selengkapnya:
1. Kasus pembunuhan di Bekasi, polisi periksa pelaku secara intensif
Polda Metro Jaya masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap dua pelaku berinisial DS alias A dan S yang melakukan pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban berinisial AH (39), yang terjadi di wilayah Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
"Penyidik masih terus menelusuri keterlibatan masing-masing pelaku, termasuk peran saat kejadian, rangkaian tindak pidana, hingga dugaan upaya menghilangkan jejak setelah peristiwa itu terjadi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Baca berita selengkapnya di sini
2. Polisi tangkap pembunuh yang sembunyikan mayat dalam "freezer"
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap terduga pelaku pembunuhan yang menyembunyikan korbannya di dalam alat pembeku makanan atau freezer di Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (28/3).
"Dua orang pelakunya, inisialnya DS alias A dan S," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim dalam keterangannya, Senin.
Baca berita selengkapnya di sini
3. Polisi gagalkan peredaran tembakau sintetis ratusan gram di Jaksel
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran dan produksi narkotika jenis tembakau sintetis seberat 341 gram di wilayah Jakarta Selatan.
Kanit 2 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Bobby Wijaya menjelaskan dalam pengungkapan yang dilakukan pada Jumat (27/3) tersebut, pihaknya mengamankan satu orang tersangka berinisial MS (24).
Baca berita selengkapnya di sini
4. Dalang utama kasus ijazah palsu diminta diusut tuntas
Tim Hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo sekaligus Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan meminta kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas dalang utama kasus ijazah palsu Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi).
"Usut segera siapa yang mendanai ini harus diproses, kalau perlu terapkan pasal TPPU, karena ada dana yang saya dengar, segelintir di media sosial, ini harus diusut tuntas," katanya saat ditemui di Jakarta, Senin.
Baca berita selengkapnya di sini





