FOTO Aksi Keren Pemain Timnas Indonesia Menantang Bulgaria di GBK: Jatuh Bangun 90 Menit Kejar Gol
Wahyu Septiana March 31, 2026 08:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemain Timnas Indonesia menampilkan perjuangan penuh semangat saat menghadapi Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026.

Laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026), itu berakhir dengan skor 0-1 untuk keunggulan Bulgaria.

Gol semata wayang dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Marin Petkov melalui titik penalti pada menit ke-38.

Sepanjang 90 menit pertandingan, skuad Garuda tampil ngotot dengan aksi-aksi agresif demi mengejar gol ke gawang lawan.

Meski harus menghadapi tekanan dari tim Eropa yang lebih unggul secara fisik dan pengalaman, para pemain Indonesia tetap menunjukkan determinasi tinggi.

Bahkan beberapa kali pemain Timnas Indonesia terlibat duel keras hingga terjatuh di lapangan.

Upaya tanpa henti tersebut menjadi bukti semangat juang Timnas Indonesia yang tak kenal menyerah di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati stadion.

Namun hingga peluit panjang dibunyikan, Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 0-1.

Respons Pelatih

Usai pertandingan, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku menyayangkan hasil kekalahan tersebut.

Ia menilai skuad Garuda sebenarnya tampil mendominasi dan lebih baik dibandingkan Bulgaria, namun gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas.

“Performa malam ini kami bisa mengambil hal positif dari segi kolektivitas. Kami berkomitmen bermain secara fisik. Sayang kami kurang memanfaatkan peluang,” ujar John Herdman seusai laga.

“Bulgaria peringkat 88, tapi Timnas Indonesia bermain lebih baik. Selamat kepada Bulgaria yang memenangkan pertandingan. Mereka mampu menahan tempo dengan baik, dan itu menguntungkan mereka. Ini menjadi pelajaran, meski terasa menyakitkan,” lanjutnya.

Meski gagal meraih gelar, pelatih asal Inggris tersebut menegaskan bahwa timnya masih dalam proses berkembang.

Ia meminta semua pihak untuk tetap melihat sisi positif dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

“Kami sangat ingin menang dan membuat sejarah. Tapi jangan mengatakan sesuatu saat emosional. Kita harus berpikir jernih dan melihat hal positif terlebih dahulu,” jelasnya.

Lebih lanjut, John Herdman turut menyoroti proses adaptasi tim terhadap sistem permainan baru yang masih membutuhkan waktu.

“Secara umum, ketika beralih dari sistem defensif, kami ingin menjadi tim yang lebih taktis di AFC dalam menghadapi tim-tim top. Kesenjangan itu butuh waktu,” katanya.

Berita Lainnya

Baca juga: Indonesia Dipuji FIFA, Ketum PSSI Ungkap Peluang Tuan Rumah Turnamen Dunia Lagi

Baca juga: Meski Timnas Kalah, Suporter Apresiasi Penampilan Skuad Garuda: Anggap Hanya Kalah Hoki

Baca juga: Gempuran Ole dan Beckham Gagal Jadi Gol, Timnas Indoensia Kalah 0-1 dari Bulgaria

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.