TRIBUNBATAM.id - Pihak kepolisian berhasil meringkus dua orang terduga pelaku pembunuhan Abdul Hamid (39) di kios ayam geprek wilayah Bekasi, Jawa Barat.
Kedua pelaku berinisial S (27) dan DS alias ANS (23) yang merupakan karyawan di kios tersebut.
Kasus pembunuhan itu terungkap setelah pemilik kios ayam geprek berinisial ES (32) menemukan mayat Abdul Hamid di dalam freezer.
Parahnya, jenazah korban ditemukan dalam kondisi tanpa tangan dan kaki.
Khusus untuk kaki dan tangan korban ternyata ditemukan di wilayah Cariu, Bogor, pada Senin (30/3/2026).
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengonfirmasi penangkapan dua terduga pelaku mutilasi tersebut.
Kombes Pol Sumarni juga membenarkan bahwa S dan DS merupakan rekan korban.
Kedua pelaku bertugas sebagai pelayan sekaligus mengolah dan memasak ayam.
Sementara korban Abdul Hamid bekerja sebagai petugas keamanan yang menjaga kios dari pagi hingga tutup.
"Iya sudah diamankan (dua pelaku) sama teman-teman Polda. Pelaku teman sesama karyawan di sana," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni saat dikonfirmasi pada Senin (30/3/2026).
Selain itu, Sumarni juga mengatakan bahwa kedua pelaku sempat berpamitan mudik Lebaran 2026 pada ES sebelum menghabisi nyawa Abdul Hamid.
Pemilik kios menyebut S akan pulang kampung ke Batujaya, Karawang ke rumah orang tuanya.
Sedangkan pelaku DS ke Cibatu Cikarang Selatan ke tempat pacarnya.
"Sedangkan korban Abdul Hamid tetap berada di kios karena tidak memiliki keluarga," beber dia.
Baca juga: Pegawai Ayam Geprek Bunuh Rekan Kerja, Tubuh Dipotong-potong, Disimpan Dalam Freezer
Sementara itu, pemilik kios bersama istri dan anaknya lebih dulu mudik ke Cilacap pada Rabu (18/3/2026).
Namun saat ES kembali untuk membuka kios pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, ia justru menemukan jasad korban di dalam freezer.
“Ketika membuka freezer, dia menemukan jasad seorang pria yang diduga Hamid, dilihat dari ciri-ciri warna kulitnya,” ujar dia.
Sebelumnya, warga Kabupaten Bekasi dibuat gempar oleh temuan mengerikan di sebuah kios ayam goreng di Perumahan Mega Regency, Serang Baru.
Jasad pria tersimpan di dalam freezer, dalam kondisi mengenaskan akibat dugaan mutilasi.
Peristiwa ini terungkap pada Sabtu (28/3/2026) pagi, saat pemilik usaha baru kembali dari mudik ke Cilacap dan mendatangi rukonya.
Kecurigaan muncul ketika ia mencium bau tak sedap dari arah freezer yang dalam keadaan terkunci.
Saat dibuka, ia justru mendapati tubuh karyawannya tergeletak di antara tumpukan ayam beku.
Korban diketahui berinisial Abdul Hamid AH (39), yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga di tempat usaha tersebut.
Kondisinya saat ditemukan sudah tidak utuh bagian tangan dan kaki hilang, dan hingga kini belum ditemukan di lokasi kejadian.
Tak hanya itu, dua unit sepeda motor serta uang tunai milik pemilik usaha juga dilaporkan raib, memperkuat dugaan adanya perampokan.
Kesaksian Pemilik Kios
ES sempat pulang ke kampung halaman atau mudik ketika momen Lebaran 2026.
Karena ditinggal mudik, ES menugaskan Abdul Hamid untuk menjaga kios selama Lebaran 2026.
"Jadi saya punya dua karyawan laki-laki, mereka mudik juga saat lebaran, dan saya ada satu petugas keamanan kios, yakni Abdul ini, dia pekerja lepas (Freelance), dia sendirian jadinya," kata ES di lokasi kejadian, Minggu (29/3/2026).
Lalu ES sempat mencoba menghubungi dan berkomunikasi melalui pesan singkat Whatsapp, pada Jumat (27/3/2026).
Pesan tersebut berupa persiapan jualan ayam yang dijadwalkan mulai beroperasi kembali di kios pada Sabtu (28/3/2026) setelah libur.
Kendati demikian, kedua karyawan itu tidak memberikan jawaban atau membalas pesan AL.
ES yang mulai cemas dan menaruh curiga dengan respons tersebut langsung memutuskan untuk kembali ke kios.
"Saya sampai di kios dari kampung itu Sabtu (28/3/2026) dinihari, langsung saya ke kios karena cemas dan khawatir tidak ada respons jawaban," jelasnya.
Sesampainya di kios, ES menyampaikan kalau ia melihat kondisi rolling door dalam kondisi sedikit terbuka.
Lalu ia mengintip dari celah rolling door ke arah dalam kios.
Pasca mengintip, ia melihat kondisi di dalam nampak sepi.
“Pas saya ke lokasi saya melihat rolling door itu kebuka dikit gitu, setelah itu saya panggil tukang yang pegang kunci kios untuk buka kios," ucapnya.
Baca juga: 2 Pelaku Mutilasi di Kios Ayam Geprek di Bekasi Ternyata Rekan Kerja, Korban Ditemukan dalam Freezer
Usai berhasil masuk kios, ES mengaku tidak melihat dua karyawannya, dan satu petugas freelance.
Saat itu, ia tidak ingin berfikir panjang untuk mengetahui secara pasti keberadaan dua karyawannya dan petugas freelance tersebut.
Bahkan ia juga tidak ingin berfikir panjang perihal keberadaan dua unit sepeda motor operasional kios yang saat itu juga tidak ada di lokasi.
Sebab ia memutuskan ingin mengolah daging ayam untuk dijual.
Ketika membuka freezer untuk mengambil daging ayam guna diolah, ia sontak bingung karena melihat ada gulungan selimut menggumpal di dalam.
Guna memastikan isi selimut tersebut, ia mencoba mengirisnya menggunakan pisau.
"Waktu saya iris buat lihat isinya itu selimut, isinya kayak kulit manusia, langsung saya laporan ke Polsek sekitar, pas polisi datang ke lokasi dan buka selimutnya, ternyata benar itu jenazahnya Abdul," ujarnya.
ES mengungkapkan tidak sanggup melihat kondisi jenazah tanpa tangan dan kaki.
Ia hanya sempat melihat bagian wajah korban sebelum akhirnya menutup kembali freezer tersebut.
Selanjutnya jenazah dibawa pihak kepolisian ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur guna autopsi.
"Jenazah itu diperkirakan telah berada di dalam freezer selama empat hingga lima hari dalam kondisi dibungkus selimut dan pakaian," pungkasnya.
(TribunBatam.id)