Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Pasca kejadian remaja hanyut di wisata Lubuk Langkap, Bengkulu Selatan, pada Minggu (29/3/2026) sekira pukul 16.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Selatan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mandi saat cuaca buruk.
Kepala BPBD Bengkulu Selatan, Nusadian Esa Putra, mengungkapkan bahwa selama penjagaan posko Lebaran, kondisi secara umum terpantau aman dan terkendali.
Namun, insiden terjadi ketika seorang pelajar berenang di Lubuk Langkap hingga tenggelam.
“Kami mendapat kabar pada sore hari, kemudian langsung menuju lokasi dan bekerja sama dengan Polres, TNI, serta masyarakat. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan sekitar pukul 23.00 WIB,” ujar Nusadian saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (30/3/2026).
Pencarian Cepat Berkat Kerja Sama
Nusadian menjelaskan, biasanya pencarian korban hanyut dapat berlangsung hingga berhari-hari. Namun pada kejadian ini, korban berhasil ditemukan dalam waktu relatif singkat berkat kerja sama berbagai pihak.
“Berkat kerja sama yang baik antara personel dan masyarakat, serta dukungan dari bupati, proses pencarian berjalan lancar. Korban juga langsung kami antar ke rumah duka,” ungkapnya.
Tetap Siaga Meski Posko Dibongkar
Ia menambahkan, meskipun posko pengamanan Lebaran telah dibongkar pada Senin (30/3/2026), pihaknya memastikan kesiapsiagaan tetap berjalan melalui piket di kantor BPBD Bengkulu Selatan.
“Posko memang sudah ditutup sesuai masa berlakunya, namun kami tetap menyiagakan petugas piket di kantor untuk menerima laporan dari masyarakat,” tegas Nusadian.
Di akhir, Nusadian mengimbau masyarakat agar tidak mandi atau beraktivitas di sungai saat cuaca tidak mendukung, terutama jika terjadi hujan di wilayah hulu.
Pasalnya, hujan di hulu dapat menyebabkan banjir bandang yang datang secara tiba-tiba dan berpotensi membahayakan keselamatan warga yang berada di lokasi wisata air.