TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Selama sepekan ke depan, 31 Maret - 6 April 2026, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi cuaca ekstrem.
Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial dan Kelvin di sejumlah wilayah, serta diperkuat oleh mulai beralihnya dominasi monsun Asia menuju monsun Australia.
Peralihan ini memicu terbentuknya pola sirkulasi dan konvergensi di beberapa wilayah. Selain itu, perlambatan angin dan pemanasan siang hari yang cukup intens turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal. Pada skala global, fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase netral, tidak memberikan peningkatan yang signifikan terhadap aktivitas konvektif di wilayah Indonesia.
Baca juga: BMKG: Potensi Hujan Masih Terjadi di Berbagai Wilayah Indonesia hingga 2 April 2026
Sementara itu, nilai Dipole Mode Index (DMI) berada pada fase netral yang menunjukkan tidak adanya aliran udara signifikan dari Samudra Hindia timur Afrika ke wilayah Indonesia, khususnya bagian barat, sehingga pengaruhnya terhadap distribusi curah hujan di Indonesia juga masih terbatas.
Pada skala regional, monsun Australia terpantau mengalami penguatan dan diprakirakan akan terus menguat dalam beberapa hari ke depan. Penguatan monsun ini berkontribusi terhadap peningkatan aliran massa udara dari wilayah Australia menuju Indonesia, yang umumnya bersifat lebih kering.
Sejalan dengan hal tersebut, hasil analisis angin zonal menunjukkan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia yang menjadi salah satu indikasi bahwa sebagian wilayah mulai memasuki periode peralihan menuju musim kemarau.
Di sisi lain, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan melintasi wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah serta sebagian Papua, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Baca juga: BMKG Sebut NTT Mulai Masuk Musim Kemarau pada April 2026, Petani Diimbau Pilih Varietas Hemat Air
Selain itu, gelombang Rossby Ekuatorial yang berpropagasi ke arah barat juga diprakirakan aktif melintasi sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara.
Sementara itu, gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur diprakirakan turut aktif dan melintasi wilayah Aceh, Sumatera Utara, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian wilayah Papua.
Selain faktor tersebut, sirkulasi siklonik juga berpotensi terbentuk di Samudera Hindia Barat Aceh, Laut Natuna, dan Samudera Pasifik utara Papua. Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Aceh, Laut Natuna, Kalimantan Barat, dan Samudera Pasifik utara Papua sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tersebut.
Pada skala lokal, kondisi labilitas atmosfer terpantau kuat di sejumlah wilayah, yang turut mendukung proses konvektif. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, dan Papua Tengah.
Potensi Hujan Sepekan ke Depan
Periode 31 Maret – 2 April 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Barat.
Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur.
Periode 03 – 06 April 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Kep. Bangka Belitung, dan Jawa Timur.
Angin Kencang: Nihil.
BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Pantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG melalui laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infobmkg.
Sumber: BMKG