Ringkasan Materi dan Soal HOTS Sejarah Kelas 10 SMA Bab 4 Sejarah dan Teori Sosial
Siti Umnah March 31, 2026 04:48 PM

SRIPOKU.COM - Hubungan antara sejarah dan ilmu sosial merupakan sinergi penting yang memungkinkan peneliti memahami peristiwa masa lalu dengan analisis yang lebih tajam dan mendalam.

Penggunaan teori-teori sosial dalam kajian sejarah membantu sejarawan untuk tidak sekadar menarasikan peristiwa, tetapi juga membedah struktur dan dinamika masyarakat yang melatarbelakanginya.

Baca juga: Ringkasan Materi dan Soal HOTS Sejarah Kelas 10 SMA Bab 3 Penulisan Sejarah/Historiografi

Ringkasan Materi Bab 4 Sejarah dan Teori Sosial

1. Kedudukan Sejarah dan Ilmu Sosial

Sejarah dan ilmu sosial memiliki keterkaitan erat.

Sejarah sering disebut sebagai "ilmu diakronik" (memanjang dalam waktu), sedangkan ilmu sosial lainnya (seperti sosiologi, ekonomi, politik) bersifat "sinkronik" (meluas dalam ruang/struktur).

2. Pendekatan Multidimensional

Pendekatan ini dipelopori oleh Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo.

Melalui pendekatan ini, sejarah tidak lagi hanya fokus pada peristiwa politik atau tokoh besar (sejarah konvensional), tetapi juga menggunakan alat bantu dari ilmu sosial lain untuk menjelaskan fenomena sejarah dari berbagai sudut pandang:

  • Sosiologi: Membedah pelapisan sosial, konflik, dan integrasi masyarakat.
  • Ekonomi: Menganalisis faktor produksi, distribusi, dan kesejahteraan rakyat.
  • Antropologi: Memahami sistem nilai, simbol, dan kebudayaan.
  • Politik: Menganalisis perebutan kekuasaan dan diplomasi.

3. Perbedaan Utama

  • Sejarah: Menekankan pada aspek keunikan (ideografis) dan urutan waktu (kronologis).
  • Ilmu Sosial: Menekankan pada generalisasi (nomotetis) dan pola-pola yang cenderung berulang dalam masyarakat.

4. Kegunaan Teori Sosial bagi Sejarah

Teori sosial berfungsi sebagai pisau analisis agar sejarawan dapat menjelaskan "mengapa" (why) suatu peristiwa terjadi, bukan sekadar "apa", "siapa", dan "kapan".

Latihan Soal HOTS

1. Sejarah sering kali menggunakan teori-teori dari sosiologi untuk menjelaskan fenomena masa lalu, seperti gerakan sosial atau konflik kelas. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah bersifat...

A. Ideografis, karena fokus pada keunikan satu peristiwa saja.

B. Sinkronik, karena membedah struktur masyarakat pada kurun waktu tertentu.

C. Monodimensional, karena hanya melihat dari satu sudut pandang politik.

D. Statis, karena fakta sejarah tidak dapat berubah meskipun menggunakan teori baru.

E. Spekulatif, karena teori sosial hanya merupakan perkiraan tanpa dasar fakta.

Kunci Jawaban : B. Sinkronik, karena membedah struktur masyarakat pada kurun waktu tertentu.

2. Sartono Kartodirdjo dalam karyanya "Pemberontakan Petani Banten 1888" tidak hanya menceritakan jalannya peperangan, tetapi juga menganalisis kepemimpinan kyai, kondisi ekonomi petani, dan struktur sosial masyarakat Banten. Pendekatan ini disebut sebagai...

A. Sejarah Naratif Tradisional.

B. Sejarah Berbasis Mitos.

C. Pendekatan Multidimensional.

D. Pendekatan Kronologis Murni.

E. Historiografi Kolonial.

Kunci Jawaban : C. Pendekatan Multidimensional.

3. Perbedaan mendasar antara ilmu sejarah dengan ilmu sosial lainnya dalam melihat suatu fenomena adalah...

A. Ilmu sosial tidak mementingkan fakta, sedangkan sejarah sangat bergantung pada fakta.

B. Sejarah bersifat nomotetis (mencari hukum umum), sedangkan ilmu sosial bersifat ideografis (keunikan).

C. Sejarah mengkaji peristiwa dalam konteks perubahan waktu, sedangkan ilmu sosial lebih fokus pada hukum-hukum umum atau pola tetap.

D. Ilmu sosial hanya mempelajari masa depan, sedangkan sejarah hanya mempelajari masa lalu.

E. Sejarah bersifat sinkronik, sedangkan ilmu sosial bersifat diakronik.

Kunci Jawaban : C. Sejarah mengkaji peristiwa dalam konteks perubahan waktu, sedangkan ilmu sosial lebih fokus pada hukum-hukum umum atau pola tetap.

4. Seorang sejarawan ingin meneliti dampak pembangunan jalan tol terhadap mobilitas penduduk di sebuah wilayah pada tahun 1980-an. Ilmu sosial bantu yang paling relevan untuk memberikan teori terkait perpindahan penduduk adalah...

A. Arkeologi.

B. Geografi dan Demografi.

C. Paleontologi.

D. Filologi.

E. Numismatik.

Kunci Jawaban : B. Geografi dan Demografi.

5. Penggunaan ilmu sosial dalam penelitian sejarah sering kali dikritik dapat menyebabkan "anakronisme". Hal ini dapat dihindari apabila sejarawan...

A. Mengabaikan semua teori sosial dan hanya mengandalkan ingatan pribadi.

B. Menggunakan teori sosial dengan tetap memperhatikan konteks ruang dan waktu peristiwa tersebut.

C. Menyamakan kondisi masyarakat masa lalu dengan kondisi masyarakat modern secara mutlak.

D. Hanya menggunakan sumber lisan tanpa melakukan kritik sumber tertulis.

E. Fokus pada tokoh-tokoh besar saja agar data lebih mudah ditemukan.

Kunci Jawaban : B. Menggunakan teori sosial dengan tetap memperhatikan konteks ruang dan waktu peristiwa tersebut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.