Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengajak seluruh amil zakat di Indonesia untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), guna memaksimalkan dampak kesejahteraan bagi mustahik.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Selasa mengatakan Ramadhan tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga momentum pembinaan yang berdampak pada peningkatan kualitas diri, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai amil zakat.
"Ramadhan adalah super training untuk mempercepat peningkatan ketakwaan kepada Allah. Setelah itu, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih sabar, tangguh, jujur, disiplin, peduli, dan gemar beristighfar ataupun evaluasi diri," kata dia.
Sodik mengimbau agar nilai-nilai yang terbentuk selama Ramadhan harus tercermin dalam kinerja para amil, terutama dalam menjaga amanah dan membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.
Sejalan dengan itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan posisi Baznas di tengah masyarakat.
"Kami ingin Baznas menjadi top of mind, sehingga ketika orang berpikir tentang zakat, yang diingat adalah Baznas sebagai lembaga yang terpercaya. Selain itu, Baznas harus mudah dijangkau, termasuk melalui aplikasi digital, serta menjadi lembaga yang dibanggakan," ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan arah kebijakan Baznas ke depan, termasuk target pengumpulan zakat nasional yang ditetapkan mencapai Rp160 triliun dan Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada 2031.
Untuk mencapai target tersebut, Sodik menambahkan Baznas terus mendorong transformasi digital agar layanan zakat semakin mudah diakses masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas jangkauan dan meningkatkan efektivitas program.
Sementara itu, Deputi I Baznas RI Arifin Purwakananta melaporkan pengumpulan zakat selama Ramadhan 2026 telah mencapai Rp480 miliar atau sekitar 94 persen dari total target Rp515 miliar.
Arifin meminta dukungan dari masyarakat untuk terus mempercayai Baznas dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berzakat melalui Baznas dan meyakini apa yang dilakukan oleh Baznas adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan umat.
"Ternyata isu-isu yang salah di publik itu memberikan dampak yang luar biasa kepada Baznas. Tapi karena kita meyakini bahwa kita tidak salah, tidak ada korupsi di Baznas, dan kita juga menyalurkan sesuai yang diatur oleh negara dan syariah, karena itu kami meyakini apa yang akan terjadi ke depan adalah kebaikan-kebaikan," tutur Arifin Purwakananta.





