Ringkasan Materi dan Soal HOTS Sejarah Kelas 11 SMA Bab 2 Pergerakan Kebangsaan Indonesia
Siti Umnah March 31, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM - Memasuki abad ke-20, strategi perjuangan bangsa Indonesia mengalami transformasi fundamental dari perlawanan fisik bersenjata menjadi pergerakan organisasi modern yang terstruktur.

Melalui ringkasan materi dan latihan soal pilihan ganda ini, kita akan mendalami peristiwa-peristiwa kunci yang menjadi tonggak sejarah pergerakan nasional Indonesia.

Baca juga: Ringkasan Materi & Soal HOTS Sejarah Kelas 11 SMA Bab 1 Kolonialisme dan Perlawanan Bangsa Indonesia

Ringkasan Materi Bab 2 Pergerakan Kebangsaan Indonesia

1. Latar Belakang Munculnya Nasionalisme

Munculnya pergerakan nasional dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal:

  • Internal: Penderitaan rakyat akibat penjajahan, kenangan kejayaan masa lalu (Sriwijaya dan Majapahit), serta lahirnya golongan terpelajar akibat Politik Etis.
  • Eksternal: Kemenangan Jepang atas Rusia (1905), masuknya paham-paham baru (Nasionalisme, Liberalisme, Demokrasi), dan kebangkitan nasional di negara-negara Asia-Afrika lainnya.

2. Organisasi Pergerakan Nasional

  • Budi Utomo (20 Mei 1908): Organisasi modern pertama yang menjadi tonggak Kebangkitan Nasional. Fokus pada bidang pendidikan dan kebudayaan.
  • Sarekat Islam (SI): Berawal dari SDI (Sarekat Dagang Islam) yang bertujuan membela pedagang lokal. Menjadi organisasi massa terbesar karena bersifat terbuka dan religius.
  • Indische Partij (IP): Organisasi politik pertama yang secara tegas menyuarakan kemerdekaan Indonesia dengan semboyan "Indie voor Indiers".
  • Perhimpunan Indonesia (PI): Didirikan oleh mahasiswa Indonesia di Belanda. PI adalah organisasi pertama yang menggunakan istilah "Indonesia" dan menegaskan perlunya kemerdekaan melalui kekuatan sendiri.

3. Sumpah Pemuda (1928)

Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda yang menyatukan visi seluruh pemuda di Nusantara dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

Peristiwa ini menandai beralihnya sifat perjuangan dari kedaerahan menjadi nasional.

4. Masa Radikal dan Moderat

  • Masa Radikal: Organisasi seperti PKI, PNI, dan PI menolak bekerja sama dengan Belanda (Non-kooperatif).
  • Masa Moderat (Bertahan): Karena tekanan hebat dari pemerintah kolonial, organisasi seperti Parindra dan GAPI memilih jalur kerja sama (Kooperatif) melalui Volksraad (Dewan Rakyat).

Latihan Soal HOTS

1. Politik Etis yang dijalankan Belanda pada awal abad ke-20 bertujuan untuk membalas budi kepada rakyat Nusantara. Namun, dalam perkembangannya, kebijakan ini justru menjadi senjata makan tuan bagi pemerintah kolonial karena...

A. Anggaran pendidikan yang terlalu besar membuat kas Belanda bangkrut.

B. Sekolah-sekolah yang didirikan Belanda mengajarkan taktik perang modern kepada rakyat.

C. Lahirnya golongan terpelajar yang justru menjadi pemimpin pergerakan melawan kolonialisme.

D. Munculnya kecemburuan sosial antara pribumi yang sekolah dengan yang tidak.

E. Terjadi perpindahan penduduk (transmigrasi) yang mempermudah rakyat melakukan koordinasi pemberontakan.

Kunci Jawaban : C. Lahirnya golongan terpelajar yang justru menjadi pemimpin pergerakan melawan kolonialisme.

2. Sarekat Islam (SI) yang semula bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) mengalami perkembangan anggota yang sangat pesat hingga menjadi organisasi massa terbesar. Faktor utama yang menyebabkan rakyat jelata lebih tertarik bergabung dengan SI dibandingkan Budi Utomo adalah...

A. Budi Utomo hanya menerima anggota dari kalangan bangsawan Jawa dan terpelajar.

B. Sarekat Islam memiliki angkatan perang yang siap melawan Belanda secara fisik.

C. Budi Utomo bersifat tertutup dan hanya bergerak di bidang politik praktis.

D. Sarekat Islam menggunakan landasan agama dan ekonomi yang sangat dekat dengan kehidupan rakyat.

E. Pemerintah Belanda memberikan dukungan penuh kepada Sarekat Islam untuk menyaingi Budi Utomo.

Kunci Jawaban : D. Sarekat Islam menggunakan landasan agama dan ekonomi yang sangat dekat dengan kehidupan rakyat.

3. Perhimpunan Indonesia (PI) yang berbasis di Belanda memiliki peran krusial dalam sejarah pergerakan nasional meski lokasinya jauh dari Nusantara. Kontribusi terbesar PI dalam mempercepat proses kemerdekaan adalah...

A. Menggalang dana dari mahasiswa asing untuk membiayai perang di Indonesia.

B. Menghasut pemerintah Belanda agar segera memberikan otonomi kepada Indonesia.

C. Menanamkan kesadaran bahwa kemerdekaan harus diraih oleh bangsa sendiri, bukan pemberian Belanda.

D. Berhasil mengirimkan wakilnya di parlemen Belanda untuk menuntut kemerdekaan.

E. Menyatukan seluruh organisasi kepemudaan di Jawa di bawah satu komando PI.

Kunci Jawaban : C. Menanamkan kesadaran bahwa kemerdekaan harus diraih oleh bangsa sendiri, bukan pemberian Belanda.

4. Perhatikan pernyataan berikut: "Kami poetra dan poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia." Nilai strategis dari butir ketiga Sumpah Pemuda tersebut dalam konteks perjuangan melawan kolonialisme adalah...

A. Bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi di kantor-kantor pemerintahan Belanda.

B. Menghapus dominasi bahasa daerah agar kebudayaan lokal segera hilang.

C. Menciptakan alat komunikasi yang efektif untuk menyatukan beragam suku dalam satu visi perjuangan.

D. Membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki sastra yang lebih unggul dari Eropa.

E. Mempermudah Belanda dalam mengawasi pembicaraan para aktivis pergerakan.

Kunci Jawaban : C. Menciptakan alat komunikasi yang efektif untuk menyatukan beragam suku dalam satu visi perjuangan.

5. Pada tahun 1930-an, banyak organisasi pergerakan yang mengubah haluan dari radikal (non-kooperatif) menjadi moderat (kooperatif). Perubahan strategi ini dilakukan karena...

A. Para tokoh pergerakan sudah mulai merasa bosan dengan perjuangan fisik.

B. Belanda bersikap lebih lunak dan menjanjikan kemerdekaan dalam waktu dekat.

C. Adanya ancaman dari Jepang yang mulai masuk ke wilayah Asia Tenggara.

D. Pemerintah kolonial melakukan pengawasan ketat dan penangkapan massal terhadap tokoh-tokoh radikal.

E. Rakyat Indonesia tidak lagi mendukung organisasi yang bersifat radikal.

Kunci Jawaban : D. Pemerintah kolonial melakukan pengawasan ketat dan penangkapan massal terhadap tokoh-tokoh radikal.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.