Pemkab Kulon Progo Siapkan Dukungan untuk Pemulangan Jenazah Praka Farizal
Joko Widiyarso March 31, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Wakil Bupati (Wabup) Kulon Progo Ambar Purwoko mengunjungi kediaman almarhum Praka Farizal Rhomadhon di Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah. Kunjungan dilakukan pada Selasa (31/03/2026).

Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan wafat saat sedang bertugas dalam Misi Perdamaian PBB di Libanon, Minggu (29/03/2026). Ia wafat setelah terkena serangan artileri dari Israel.

Ambar menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo siap memberikan dukungan untuk almarhum Praka Farizal dan keluarga. Salah satunya terkait penjemputan jenazah.

"Kami siagakan ambulans untuk membantu proses penjemputan jenazah, entah itu dari Yogyakarta International Airport (YIA) atau Bandara Adisutjipto," katanya ditemui di rumah duka.

Ambar mengaku sudah berkomunikasi dengan Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma.

Menurut kabar terkini, jenazah Praka Farizal masih berada di Libanon dan tengah diupayakan pemulangannya.

Sebab kondisi di sana disebut masih sulit untuk mendukung proses pemulangan jenazah. Dukungan untuk keluarga pun akan diberikan dalam bentuk apa pun.

"Keluarga akan kami bantu, kami dukung dalam bentuk apa pun," ujar Ambar.

Ia bertemu dengan Senam (60), ayah dari Praka Farizal. Keduanya sempat berbincang selama kurang lebih 20 menit.

Ambar pun menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya Praka Farizal.

Praka Farizal pahlawan

Ia menilai almarhum merupakan pahlawan karena gugur saat sedang menjalankan misi kemanusiaan.

"Semoga keluarga diberikan ketabahan dan almarhum juga diterima di sisi Yang Mahakuasa," katanya.

Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) terkait kondisi jenazah Praka Farizal. Terutama untuk upaya pemulangannya.

Sebab proses kepulangan jenazah sepenuhnya jadi wewenang dari Mabes TNI. 

Ia pun belum bisa memperkirakan kapan persisnya jenazah Praka Farizal bisa tiba di tanah air, terutama pulang ke Kulon Progo.

"Kami masih menunggu, mudah-mudahan minggu ini (jenazah) bisa sampai di tanah air," kata Dyan.

Tahun lalu Lebaran terakhir

Sebagai informasi, Farizal Romadhon (33), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) asal Kulon Progo dilaporkan meninggal dunia saat bertugas di Lebanon pada Minggu (30/03/2026). Ia meninggal dunia akibat serangan Israel.

Farizal diketahui berasal dari Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah. Saat ini ia sudah memiliki seorang istri dan seorang putri.

Dukuh Ledok, Wakidi menyampaikan bahwa Farizal sempat pulang ke kampung halamannya pada Lebaran 2025 lalu. Ia datang membawa istri dan anaknya.

"Lebaran kemarin saya sempat ketemu, tapi kalau Lebaran tahun ini orangnya tidak pulang," katanya ditemui di kediamannya, Senin siang.

Wakidi mengatakan Farizal merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Ia lulus dari SMA Negeri 1 Lendah dan melanjutkan pendidikan untuk menjadi anggota TNI.

Ia menyebut Farizal sebagai anak yang aktif di kegiatan masyarakat. Semasa muda, ia sering ikut kegiatan Karang Taruna di Ledok.

"Farizal sering bantu-bantu juga meskipun jauh di Aceh, rajin komunikasi ke sini," ungkap Wakidi.

Ia mengetahui kabar meninggalnya Farizal dari Babinsa Sidorejo. Informasi yang ia terima, Farizal meninggal saat menjalankan tugasnya di Lebanon, terkena serangan rudal dari Israel.

Kabar itu diteruskan ke orang tua Farizal, yang terkejut saat mengetahui putranya telah meninggal dunia.

Wakidi mengaku bertanya ke orang tuanya, apakah Farizal dimakamkan di Taman Makam Pahlawan atau di Tempat Pemakaman Umum (TPU).

"Setelah diskusi, keluarga maunya dimakamkan di TPU dekat sini saja, jaraknya sekitar 1 kilometer dari rumah Farizal," jelasnya.

Menunggu pemulangan jenazah

Wakidi kini tinggal menunggu kabar kapan jenazah Farizal bisa pulang ke kampung halamannya. Sebab hingga kini belum ada kejelasan soal itu.

Namun yang jelas ia mendapat kabar bahwa pemakaman akan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir. Persiapan pun tengah dilakukan untuk menyambut kedatangan jenazah.

"Sekarang ini bersih-bersih lahan sekitar rumah dulu untuk persiapan kedatangan jenazah," kata Wakidi.

Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma membenarkan kabar meninggalnya Farizal. Farizal diketahui berpangkat Praka.

"Yang bersangkutan menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima di Kesatuan Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM," kata Dyan saat dikonfirmasi melalui telepon.

Farizal diketahui merupakan warga asal Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah. Ia sudah menikah dan memiliki 1 putri yang kini sedang berada di Aceh.

Dyan mengaku belum mendapatkan informasi rinci terkait bagaimana Farizal meninggal dunia. Terutama kronologi kejadiannya.

"Yang jelas beliau saat itu sedang bertugas dalam misi perdamaian PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) di Lebanon," ujarnya.

Satgas Kontingen Garuda

Serangan Israel ke wilayah Lebanon menewaskan seorang anggota TNI yang bertugas dalam Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Serangan artileri tersebut juga menyebabkan satu orang lainnya mengalami luka berat dan dua luka ringan.

Dikutip dari Kompas.com, Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan gugurnya salah satu prajurit terbaik TNI tersebut.

“Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).

Seluruh korban dalam serangan itu menurut Rico sudah mendapatkan penanganan medis.

Rico mengaku belum bisa memberikan penjelasan detail terkait dengan tewasnya salah satu prajurit TNI tersebut.

Namun peristiwa tersebut terjadi di tengah saling serang artileri dari kedua belah pihak. 

 “Dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” jelas dia.

Baca juga: Lima Syarat yang Diajukan Iran untuk Gencatan Senjata dengan AS dan Israel

Selanjutnya, Rico mengatakan bahwa perkembangan operasional akan disampaikan oleh Mabes TNI.

Sementara itu masih dikutip dari Kompas.com, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam keras serangan Israel di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026) malam.

 "Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," kata Kementerian Luar Negeri melalui akun X resmi @Kemlu_RI, Senin (30/3/2026).

Kemlu menegaskan, keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus senantiasa dihormati sepenuhnya, sesuai dengan hukum internasional.

Menurutnya, setiap tindakan yang membahayakan peacekeeper tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas.

Oleh karena itu, Indonesia mengecam keras insiden ini.

"Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel tersebut. Indonesia memberikan simpati untuk keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka.

"Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional," ucapnya.

Tak hanya itu, pemerintah akan bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah segera dilakukan. Begitu pun memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.

"Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama," tandas dia.

Apa itu Konga?

Kontingen Garuda disingkat Konga atau Pasukan Garuda adalah pasukan Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain, dalam hal ini di Lebanon. 

Indonesia mulai turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957.

Kontingen Garuda dibentuk dari proses seleksi prajurit-prajurit dari berbagai kesatuan di TNI.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.