TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia. Seorang prajurit TNI, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dipastikan gugur saat menjalankan tugas bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Kepastian ini baru diterima keluarga pada Selasa (31/3/2026) pagi, setelah sebelumnya sempat beredar informasi simpang siur.
Istri almarhum, Handita Anjani, mengaku sempat tidak percaya dengan kabar yang beredar sejak malam sebelumnya. Ia baru mendapatkan konfirmasi resmi pada pagi hari.
“Kemarin masih simpang siur dan mengelak bukan suami saya (yang gugur). Baru pagi tadi A1,” ucapnya di rumah duka.
Baca juga: Bupati Batang Tegaskan Efisiensi Tanpa Kurangi Layanan, Dorong ASN Jalan Kaki Atau Bersepeda
Sertu Muhammad Nur Ichwan merupakan prajurit asal Dusun Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Ia lahir pada 12 Mei 2000 dan dikenal sebagai sosok berdedikasi tinggi.
Dalam kedinasan, ia bertugas sebagai tenaga medis di Kesehatan Komando Daerah Militer IX/Udayana.
Sejak April 2025, Ichwan menjalankan misi internasional sebagai bagian dari Satuan Tugas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL di Lebanon.
Pihak keluarga menerima informasi bahwa jenazah almarhum akan dipulangkan ke Indonesia dan dijadwalkan tiba di rumah duka pada 2 April 2026.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya di Deyangan.
Ketua RT setempat, Safrodin, menyampaikan bahwa kabar duka sudah menyebar di kalangan warga sejak malam hari, meski saat itu belum ada kepastian resmi.
“Rencana dimakamkan di Deyangan,” ujarnya.
Pantauan di lokasi, suasana duka mulai terasa dengan berdirinya tenda pelayat dan kedatangan warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa juga telah terpasang di sekitar rumah duka.
Di mata keluarga, Sertu Ichwan dikenal sebagai sosok yang selalu menjaga komunikasi meski bertugas jauh dari tanah air.
Bahkan, ia rela membeli nomor telepon lokal Lebanon demi tetap terhubung dengan keluarga.
“Komunikasinya sangat lancar.
Beliau sampai beli nomor asal Lebanon,” tuturnya.
Kini, Anjani harus melanjutkan hidup bersama putri mereka yang masih berusia tujuh bulan.
Markas Besar TNI mengungkap insiden yang menewaskan prajurit terjadi pada Senin (30/3/2026) di wilayah Lebanon Selatan, yang merupakan area penugasan UNIFIL.
Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa ledakan terjadi pada kendaraan di tengah meningkatnya eskalasi konflik.
“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” kata Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah dalam siaran pers, Selasa (31/3/2026).
Selain dua korban gugur, dua prajurit lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.
“Serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon,” tambah dia.
Insiden ini terjadi di tengah konflik yang memanas, menyusul serangan Israel terhadap Hizbullah pada Minggu (29/3/2026), yang sebelumnya juga menyebabkan korban dari pihak TNI.