TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Pantauan TribunKaltara.com Selasa (31/3/2026) tidak ada antrean panjang kendaraan di SPBU Gunung Lingkas Tarakan, Kalimantan Utara, pasca isu kenaikan harga BBM, imbas memanasnya Timur Tengah.
Pengawas SPBU Gunung Lingkas Tarakan, Eko Sarwoko mengatakan tidk ada antrean panjang di SPBU Gunung Lingkas dan ia memgharapkan kondisi seperti ini tetap stabil dan bertahan serta tidak ada kenaikan harga BBM.
"Untuk harga BBM masih berlaku harga lama. Mudah-mudahan tidak ada kenaikan," ucap Eko Sarwoko, saat diwawancarai di Kantor SPBU Kelurahan Gunung Lingkas, Selasa (31/3/2026).
Saat ini antrean kendaraan di SPBU Gunung Lingkas masih stabil dan tidak ada masyarakat yang panic buying.
Baca juga: Jangan Panik Borong, Kementerian ESDM Beber Arti Stok BBM Nasional 21 Hari
"Tak ada panic buying dan normal seperti biasa saja. Kalaupun antrean panjang, banyak biasanya lagi ada bongkaran BBM. Kalau seperti biasa, normal saat ini," akunya.
Harga jual saat ini, Pertalite di angka Rp10 ribu per liter. Kemudian Pertamax di harga Rp12.900 dan Dexlite (solat non subsidi) Rp14.800 per liternya. Sampai hari ini juga belum ada instruksi kenaikan.
Ia melanjutkan kondisi sejak pagi masyarakat beraktivitas seperti biasa. Begitu juga antrean panjang. Memang diakuinya pembelian hari ini lebih banyak dari kemarin. Biasanya SPBU Gunung Lingkas menjulkan pertalite bisa terjual 15 ton atau sekitar 15.000 liter.
Harga pertamax sendiri di angka 2.000 sampai 3.000 liter dan Dexlite kisaran 1.000 sampai 2.000 liter.
Baca juga: Gubernur Kaltara Ajukan Tambahan Kuota BBM 20 Persen ke BPH Migas, Antisipasi Kekurangan di Daerah
Kemudian ia menjelaskan bahwa ini sudah menggunakan QR Code untuk pembatasan pembelian BBM subsidi. Untuk motor maksimal Rp 100.000. "Kalau mobil biasanya mengisi 30-40 liter. Bisa sampai Rp300 ribu sampai Rp400 ribu. Hanya sebatas itu," ujarnya.
Sejauh ini belum ada juga pembelian dalam jumlah banyak diindikasikan akan menimbun. Jika ada yang mengantre maka akan diberikan penjelasan ada batasan pembelian BBM. "Kalau ada kami sampaikan ada batasan pembeliannya untuk subsidi. Dibatasi Rp100 ribu motor, mobil juga paling tidak sesuai tangki normal dia," jelasnya.
Ia melanjutkan lagi untuk antrean kepadatan biasanya terlihat di pagi jam masuk kerja di pukul 07.00 WITA higga pukul 08.00 WITA. Lalu di siang hari kepadatan antrean mulai terlihat lagi. Kemudian sore jam pulang kerja di pukul 16.00 WITA sampai jelang Magrib dan malam kembali ramai setelah pukul 20.00 WITA sampai pukul 21.00 WITA.
"Di luar jam itu tidak banyak antrean. Kami buka operasional pukul 06.00 WITA sampai tutup pukul 22.00 WITA," jelasnya.
Ia menambahkan sejak kemarin juga dalam rangka mengawasi jangan sampai terjadi lonjakan antrean, sudah ada personel reserse Polres Tarakan melakukan pemantauan. "Kemarin siang dan hari ini juga sudah datang memantau," bebernya.
Ia mengimbau masyarakat jangan terpengaruh dengan situasi terjadi di daerah lain. Karena stok di SPBU Gunung Lingkas aman. Hari ini juga pengiriman sampai 40 KL dan sudah full tangki dan disyplai dari Terminal Fuel Tarakan Kelurahan Lingkas Ujung.
"Tidak setiap hari. Kami sesuiakan tangki kami. Kadang sehari hanya 16 KL, kadang 24 KL, hari ini 40 KL karena kebetulan kemarin tidak ada pengisian, jadi biasanya Senin dan Selasa kami pengambilan sampai 40 KL. Dirapel istilahnya, biar stabillah," paparnya.
SPBU Gunung Lingkas saat ini memiliki dua tangki timbun masing-masing kapasitas 30.000 liter atau 30 KL. Artinya total tangki timbun untuk pertalite memiliki kapasitas penampungan 60.000 liter. Kemudian untuk pertamax sendiri ada 20 KL kapasitas.
"Dexlite ada dua tangki. Satu kapasitas 30 KL dan satu kapasitas 10 KL. Jadi total 40 KL atau 40.000 liter. Alhamdulillah semua stok aman," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah