Tak Terima Disebut Mantan Napi, Wakil Bupati Lebak Walk Out dari Acara Halalbihalal ASN Pemda
Akmal KhoirulHabib March 31, 2026 11:42 AM

- Dalam sistem pemerintahan daerah di Indonesia, relasi antara kepala daerah dan wakilnya seharusnya menjadi fondasi penting dalam menjalankan roda pemerintahan yang efektif.

Namun, dalam praktiknya, konflik antara keduanya kerap terjadi dan menjadi fenomena berulang di berbagai daerah.

Dari perspektif nasional, konflik ini tidak sekadar persoalan personal atau politik lokal, tetapi juga mencerminkan tantangan struktural dalam sistem desentralisasi Indonesia.

Konflik antara kepala daerah dan wakilnya baru-baru ini juga terjadi di Kabupaten Lebak, Banten.

Acara halalbihalal Aparatur Sipil Negara (ASN) yang seharusnya berlangsung khidmat justru diwarnai ketegangan antara Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati, Amir Hamzah.

Insiden tersebut terjadi di tengah berlangsungnya sambutan resmi di hadapan para pegawai pemerintah daerah di Pendopo Bupati Lebak, Senin (30/3/2026).

Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah dibuat murka oleh pernyataan tak mengenakkan dari Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya.

Suasana kian memanas tatkala Habsi mengungkit status masa lalu Amir sebagai mantan narapidana dalam sambutannya.(*)

Program: Local Experience
Editor: Akmal Khoirul Habib

#localexperience #shortvideo #indonesia #viral #halalbihalal #wakilbupatilebak #lebak #banten #mantannapi #ASN #pemda #kepaladaerah #bupatilebak

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.