WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – Kesucian niat Tri Wibowo (60) untuk menunaikan salat subuh berjamaah berubah menjadi tragedi memilukan.
Lansia di Perumahan Bumi Sani Permai (BSP), Tambun Selatan, Bekasi ini menjadi korban keganasan orang tak dikenal (OTK) yang menyiramnya dengan air keras pada Senin (30/3/2026) subuh.
Insiden ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan puncak dari rangkaian teror yang telah menghantui lingkungan tersebut sebanyak empat kali.
Baca juga: Fakta Baru Penyiraman Air Keras di Tambun, Saksi Sebut 2 Pelaku Bermotor Terekam CCTV
Aksi keji yang terekam kamera CCTV ini memperlihatkan korban yang tengah berjalan kaki di pagi buta tiba-tiba didekati pelaku dan diserang dengan cairan berbahaya.
Rekaman video yang kini viral itu memicu gelombang simpati sekaligus kemarahan publik atas serangan sadis terhadap jemaah masjid.
Teror Berulang yang Meresahkan
Kesaksian warga mengungkap fakta yang lebih mengerikan.
Ning, salah satu penghuni perumahan, menyebutkan bahwa lingkungan mereka telah menjadi sasaran teror serupa sejak tahun 2025.
Sebelum menyasar manusia, pelaku diduga kuat telah melakukan aksi vandalisme dengan menyiramkan air keras ke mobil-mobil warga yang terparkir hingga catnya mengelupas.
"Ini sudah yang keempat kalinya. Sebelumnya sasaran mobil, dan sekarang puncaknya Pak Tri yang jadi korban. Kami menduga pelakunya adalah orang yang sama," ungkap Ning dengan nada cemas, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Skandal Air Keras Tokoh KontraS: Aktivis 98 Desak Anggota BAIS TNI Diadili di Peradilan Umum
Kepolisian Buru Jejak Digital Pelaku
Jajaran Polsek Tambun Selatan bersama Sat Reskrim Polres Metro Bekasi bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti awal dan mendalami berbagai sudut rekaman CCTV untuk mengidentifikasi sosok pelaku.
"Kami sudah memonitor kejadian ini dan tim sudah bergerak di lapangan. Saat ini fokus kami adalah pemeriksaan saksi-saksi dan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik serangan ini," tegas Kompol Wuriyanti.
Menanti Rasa Aman Kembali
Kini, warga Perumahan Bumi Sani hidup dalam bayang-bayang trauma.
Harapan mereka sederhana: keadilan bagi Pak Tri dan kembalinya rasa aman di lingkungan tempat tinggal mereka.
"Kami butuh keamanan lebih, kami minta pelaku segera ditangkap agar tidak ada korban berikutnya," pungkas Ning.
Kecepatan kepolisian dalam mengungkap kasus ini melalui jejak digital menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat Bekasi yang kini tengah dirundung horor 'serangan fajar' tersebut.