Penyebab Kematian 2 Pria di Atap Masjid Terungkap, Ada Luka Bakar di Tubuh
Reny Fitriani March 31, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Brebes - Polisi ungkap penyebab kematian dua pria yang jenazahnya ditemukan penuh belatung belatung di atap Masjid Miftahul Jannah pada Rabu (25/3/2026).

Penyebab kematian dua pria tersebut menemukan titik terang. 

Keduanya tewas akibat tersetrum.

"Jadi kami telah melakukan visum di RSUD Brebes. Hasilnya menyatakan ada luka bakar di tubuhnya," ungkap  Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Farid Nur Aziz.

Dijelaskan Farid, luka bakar tersebut disebabkan sengatan listrik bertegangan tinggi akibat adanya kabel yang terbuka.

Baca Juga Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Remaja Tenggelam di Pantai Mandiri

Keberadaan kabel bertegangan tinggi itu dikuatkan oleh adanya saksi yang juga tersengat listrik saat akan menolong korban.

Sempat Dikabarkan Hilang

Kedua jenazah pria yang ditemukan di atap masjid itu ternyata sempat dilaporkan hilang pada Jumat (20/3/2026) malam atau bertepatan saat malam takbiran.

Kedua jenazah pria tersebut yakni Iwantoro (29) dan Bambang Suherman (44), warga Desa Pangaradan.

Mereka ditemukan berada di atap Masjid Miftahul Jannah, Desa Pangaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Rabu 25 Maret 2026 malam.

Penemuan kedua jenazah tersebut berawal dari kecurigaan warga yang melihat banyak belatung berjatuhan dari atap masjid.

Marhadi (37), kakak sepupu Iwantoro, mengatakan, pada Jumat 20 Maret 2026, ia memasang lampu list masjid tak jauh dari lokasi kedua jenazah ditemukan.

Saat sedang memasang lampu list masjid, ia ditemui oleh Iwantoro dan Suherman.

Iwantoro bermaksud untuk mengajak Marhadi ke kecamatan Songgom. Tujuannya untuk menemui istri Iwantoro. 

"Seingat saya itu hari Jumat tanggal 20 Maret 2026. Ia naik menemui saya yang sedang memasang lampu list masjid. Ia minta saya menemaninya menemui istrinya," kata Marhadi. 

Karena sedang memasang lampu list masjid, Marhadi menolak permintaan keponakannya tersebut. 

Ia menceritakan, keponakannya bersama Suherman lalu pergi setelah ia menolak ajakan tersebut. 

Tak berselang lama, ia juga kemudian turun ke lantai dua untuk melanjutkan pekerjaan lain di masjid tersebut. 

"Saya melihat dia turun. Saya turun juga ke lantai dua pasang kipas angin, ngga tau kalau dia naik lagi," ungkapnya saat ditemui di kamar jenazah RSUD Brebes.

Usai pertemuan tersebut, hingga larut malam kedua korban dilaporkan hilang dan tidak pulang ke rumah.

Keesokan harinya, Sabtu 21 Maret 2026 atau bertepatan denga Hari Raya Idulfitri, korban yang seharusnya berkumpul dengan keluarga juga tak kunjung pulang.

Keluarga memutuskan untuk melaporkan kehilangan anggota keluarganya itu ke Polsek Tanjung.

Keluarga bahkan menempelkan selebaran orang hilang hingga memposting kehilangan korban ke media sosial.

"Saat itu sempat dikabarkan hilang, habis salat Id kakaknya bilang, Iwan kok ngga pulang, akhirnya kita cari-cari semenjak hari Sabtu pas Lebaran," imbuh Marhadi. 

Saksi ini juga menceritakan bahwa pihak keluarga sempat melaporkan hilangnya dua orang ini ke pihak berwajib. 

Sebagian warga menduga ada unsur tindak kriminal, sementara yang lain menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat.

Belatung Berjatuhan

Kepala Dusun Pangaradan, Eko Setianto, menjelaskan bahwa awalnya warga melihat belatung berjatuhan dari bagian atas masjid, tepatnya di area wudu putri.

Kecurigaan itu membuat warga meminta marbot masjid untuk mengecek atap.

Setelah naik, marbot menemukan dua mayat pria dalam kondisi membusuk.

Temuan tersebut segera diumumkan kepada warga sekitar sehingga menimbulkan kegemparan.

Kapolsek Tanjung, AKP R Imam Priyadi, membenarkan adanya penemuan tersebut.

Ia menyebut bahwa pihak kepolisian langsung mengevakuasi kedua jenazah ke RSUD Brebes untuk dilakukan autopsi. 

“Benar, saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Korban kemudian kami evakuasi ke kamar jenazah RSUD Brebes,” ujarnya.

Pantauan Tribunjateg.com di kamar jenazah RSUD Brebes menunjukkan bahwa kedua mayat sudah dalam kondisi membusuk.

Setelah dilakukan autopsi, jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans.

Rencananya, pemakaman akan dilakukan pada Kamis (26/3/2026) pagi.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak dokter maupun kepolisian terkait penyebab pasti kematian kedua korban.

Kronologi Hilang 6 Hari

Marhadi (37), kakak sepupu Iwantoro, mengungkapkan bahwa pada Jumat (20/3/2026) dirinya sempat bertemu dengan kedua korban saat sedang memasang lampu list di masjid.

Saat sedang memasang lampu list masjid, ia ditemui oleh Iwantoro dan Suherman.

Saat itu, Iwantoro meminta Marhadi menemaninya ke Kecamatan Songgom dengan tujuan untuk menemui istrinya. 

"Seingat saya itu hari Jumat tanggal 20 Maret 2026. Ia naik menemui saya yang sedang memasang lampu list masjid.

Ia minta saya menemaninya menemui istrinya," kata Marhadi. 

Namun, permintaan tersebut ditolak karena Marhadi sedang sibuk bekerja karena sedang memasang lampu list masjid

 Setelah itu, Iwantoro bersama Suherman pergi meninggalkan lokasi.

Tak berselang lama, ia juga kemudian turun ke lantai dua untuk melanjutkan pekerjaan lain di masjid tersebut. 

"Saya melihat dia turun. Saya turun juga ke lantai dua pasang kipas angin, ngga tau kalau dia naik lagi," ungkapnya saat ditemui di kamar jenazah RSUD Brebes.

Sejak malam itu, keduanya tidak pulang ke rumah.

Bahkan pada hari raya Idulfitri, Sabtu (21/3/2026), keluarga mulai curiga karena korban yang seharusnya berkumpul dengan keluarga juga tak kunjung pulang.

Pihak keluarga kemudian melaporkan kehilangan ke Polsek Tanjung dan menyebarkan selebaran serta postingan di media sosial untuk mencari keberadaan mereka.

"Saat itu sempat dikabarkan hilang, habis salat Id kakaknya bilang, Iwan kok ngga pulang, akhirnya kita cari-cari semenjak hari Sabtu pas Lebaran," imbuh Marhadi. 

Sumber: BanjarmasinPost.co.id.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.