TRIBUNNEWS.COM – Klub Liga Arab Saudi, Al Qadsiah, dilaporkan mulai bergerak dalam upaya merekrut gelandang serang milik Barcelona, Dani Olmo, pada bursa transfer mendatang.
Menurut laporan Marca, perwakilan Al Qadsiah telah menghubungi jajaran petinggi Barcelona untuk membahas kemungkinan transfer pemain internasional Spanyol tersebut.
Langkah ini menjadi sinyal awal keseriusan klub Arab Saudi dalam memboyong salah satu playmaker berbakat Eropa ke kompetisi mereka.
Dani Olmo bergabung dengan Barcelona dari RB Leipzig pada musim panas 2024 dengan harga Rp955,99 miliar dan sejak saat itu telah mencatatkan 77 penampilan di semua kompetisi.
Dari jumlah tersebut, ia berhasil menyumbang 20 gol dan 14 assist, sebuah catatan yang cukup solid.
Pada musim 2025/2026, Olmo tampil dalam 38 pertandingan dengan torehan delapan gol dan tujuh assist.
Namun, meski kontribusinya terbilang konsisten, ia belum sepenuhnya menjadi pilihan utama dalam skema pelatih Hansi Flick.
Posisi gelandang serang atau nomor 10 saat ini lebih sering dipercayakan kepada Fermin Lopez yang tengah menunjukkan performa impresif sepanjang musim.
Sementara itu, di sektor sayap, nama-nama seperti Lamine Yamal dan Raphinha juga menjadi pilihan utama ketika seluruh skuad dalam kondisi fit.
Kondisi ini membuat peran Olmo sedikit terpinggirkan, meskipun kualitasnya tidak diragukan.
Baca juga: Loyalitas di Chelsea Setipis Tisu, Cucurella Impikan Balik ke Barcelona
Ketertarikan Al Qadsiah terhadap Olmo bukan tanpa dasar. Laporan menyebutkan bahwa pemandu bakat klub tersebut telah beberapa kali memantau langsung penampilan sang pemain sepanjang musim ini.
Meski belum ada pendekatan resmi kepada Olmo secara personal, komunikasi dengan pihak Barcelona menjadi langkah awal dalam membuka peluang transfer.
Dengan kekuatan finansial yang dimiliki klub-klub Liga Arab Saudi, bukan tidak mungkin tawaran besar akan diajukan dalam waktu dekat, sesuatu yang bisa menggoda Barcelona.
Al Qadsiah kemungkinan besar akan membayar lebih dari Rp1 triliun untuk mewujudkan saga transfer tersebut.
Di sisi lain, manajemen Barcelona sebenarnya masih memandang Olmo sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang.
Direktur olahraga Deco bersama Hansi Flick disebut masih memasukkan nama Olmo dalam rencana tim ke depan.
Kontrak Olmo sendiri masih berlaku hingga musim panas 2030, yang berarti Barcelona tidak berada dalam tekanan untuk menjual sang pemain dalam waktu dekat.
Namun, situasi finansial klub Catalan yang masih dalam tahap penyeimbangan membuat mereka tetap terbuka terhadap tawaran besar.
Jika angka yang diajukan Al Qadsiah cukup tinggi, keputusan untuk melepas Olmo bisa menjadi opsi realistis.
Kepergian Dani Olmo berpotensi membuka ruang dalam skuad sekaligus memberikan tambahan dana segar bagi Barcelona untuk mendatangkan pemain baru.
Salah satu nama yang mulai dikaitkan adalah Yan Diomande dari RB Leipzig. Transfer ini dinilai bisa menjadi langkah strategis dalam regenerasi skuad sekaligus menyesuaikan kebutuhan taktik Flick.
Untuk saat ini, masa depan Dani Olmo masih berada di persimpangan. Ia tetap menjadi bagian dari Barcelona, namun ketertarikan serius dari Al Qadsiah bisa mengubah situasi dengan cepat.
Jika tawaran besar benar-benar datang, Barcelona akan menghadapi dilema klasik: mempertahankan kualitas skuad atau mengambil keuntungan finansial demi memperkuat tim secara keseluruhan.
Bursa transfer musim panas nanti pun dipastikan menjadi momen krusial yang akan menentukan arah karier Dani Olmo selanjutnya.
(Tribunnews.com/Ali)