Usai Nikita Mirzani Dipenjara, Fitri Salhuteru Tuding Doktif Dalangnya, dr Oky Pratama Jadi Target Selanjutnya?
Argia Melanie Pramesti March 31, 2026 02:34 PM

Grid.ID - Kasus hukum yang menjerat Nikita Mirzani dalam konflik dunia skincare masih terus bergulir dan memunculkan berbagai spekulasi baru. Setelah resmi mendekam di penjara, muncul pernyataan mengejutkan dari mantan sahabatnya, Fitri Salhuteru.

Seperti diketahui, Nikita Mirzani harus menjalani hukuman penjara usai terjerat kasus dugaan pemerasan, pengancaman, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kasus ini bermula dari ulasan negatif yang dilontarkannya terhadap produk skincare milik Reza Gladys Pettyani Sari.

Tak terima dengan ulasan tersebut, Reza Gladys mencoba menyelesaikan masalah dengan menghubungi pihak Nikita. Namun, proses tersebut justru berujung pada dugaan permintaan uang tutup mulut dengan nominal miliaran rupiah.

Akibatnya, kasus ini berlanjut ke ranah hukum hingga Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan Nikita. Ia pun divonis hukuman enam tahun penjara.

Di tengah situasi tersebut, Fitri Salhuteru justru menyebut akan ada babak baru dalam konflik skincare Tanah Air. Hal itu disampaikannya melalui unggahan di media sosial.

“Dan sekarang babak baru akan dimulai,” ujar Fitri dikutip dari Instagram Story @fitri_salhuteru, Senin (30/3/2026).

Lebih lanjut, Fitri secara terang-terangan menuding sosok Samira Farahnaz atau yang dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif) sebagai pihak yang berperan dalam kasus ini. Ia bahkan menyebut Nikita sebagai korban dalam pusaran konflik tersebut.

Menurut Fitri, tindakan Nikita yang berujung pada dugaan pemerasan disebut terinspirasi dari sosok Doktif. Ia menilai ada pihak yang diuntungkan dari situasi yang terjadi.

Tak hanya itu, Fitri juga menyebut akan ada target lain setelah kasus Nikita. Ia menyinggung nama Oky Pratama sebagai sosok yang disebut-sebut berpotensi menjadi sasaran berikutnya.

“Setelah ini dia akan menjerumuskan dokter O selanjutnya,” lanjut Fitri dalam pernyataannya.

Fitri juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi dalam mengungkap hal tersebut. Ia mengaku hanya ingin menyampaikan apa yang dianggap sebagai kebenaran.

“Aku tidak punya kepentingan, aku hanya ingin masyarakat paham mana yang benar,” ungkapnya.

Di sisi lain, pernyataan Fitri justru memicu pro dan kontra di kalangan publik. Banyak yang mempertanyakan kebenaran tudingan tersebut, sementara lainnya mendukung langkahnya membongkar dugaan di balik konflik skincare.

Kasus ini pun semakin menunjukkan kompleksitas persaingan dalam industri kecantikan. Bukan hanya soal bisnis, tetapi juga melibatkan konflik personal hingga ranah hukum.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dokter Detektif maupun pihak yang disebut dalam pernyataan Fitri. Publik pun masih menunggu perkembangan lanjutan dari kasus yang menyita perhatian ini.

Satu hal yang pasti, polemik skincare yang melibatkan sejumlah figur publik ini belum berakhir. Justru, seperti yang disebut Fitri Salhuteru, babak baru tampaknya akan segera dimulai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.