Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah, Risharyudi Triwibowo, mengajak seluruh kader untuk fokus membangun daerah menjelang Pemilu 2029.
Hal itu disampaikannya dalam pengukuhan pengurus DPW PKB Sulteng periode 2026–2031 yang digelar di Hotel Aston, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Selasa (31/3/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi tonggak awal konsolidasi besar partai dalam memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan orientasi politik serta Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) DPW PKB Sulteng.
Acara tersebut dihadiri jajaran DPP PKB, kader dari 13 kabupaten/kota, serta Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
Pengurus DPW PKB Sulteng dikukuhkan langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziyah, mewakili Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Adapun susunan pengurus yang dikukuhkan yakni Risharyudi Triwibowo sebagai Ketua, Muhammad Safri sebagai Sekretaris, dan Rismawati sebagai Bendahara.
Dalam sambutannya, Risharyudi menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah sebagai prasyarat utama pembangunan.
Baca juga: Panaskan Mesin Politik, Pengurus DPW PKB Sulteng 2026–2031 Resmi Dilantik
“Jika daerah kita damai, maka akan terjadi kolaborasi dan elaborasi, yang akan memudahkan siapa pun untuk membangun daerah ini,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kontestasi politik masih akan berlangsung pada 2029, sehingga kader diminta untuk tidak terburu-buru masuk dalam pertarungan politik.
“Silakan kencangkan ikat pinggang untuk pertarungan politik kita, tetapi nanti pada 2028,” katanya.
Menurutnya, pada periode 2026 hingga 2028, seluruh kader PKB harus memprioritaskan dukungan terhadap pembangunan daerah dan pemerintahan.
“Tidak ada kata lain selain membangun negeri. Jika kita terpecah belah, maka pemerintahan tidak akan mampu membangun negeri ini dengan baik,” tegasnya.
Risharyudi juga mengajak kader untuk tetap berpolitik secara sehat, termasuk dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
“Silakan mengkritik pemerintah, tetapi kritiklah secara konstruktif dan membangun. Sudahi saling mencela dan membuli pemimpin,” ucapnya.
Ia menegaskan, DPW PKB Sulteng mendukung penuh berbagai program pemerintah pusat maupun daerah, termasuk program Gubernur Sulawesi Tengah dengan visi “Sembilan Berani”.
Baca juga: Kapolda Sulteng Resmikan Pembangunan Gedung, Dukung Pelayanan Hukum Lebih Cepat di Palu
“Program-program tersebut tidak lahir dari mimpi, tetapi telah melalui perencanaan dan pengukuran yang matang,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan pengurus bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan arah politik PKB ke depan.
“Pengukuhan ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah penegasan arah politik PKB ke depan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran partai politik sebagai solusi di tengah tantangan global, termasuk gejolak ekonomi dan perubahan iklim.
“Partai politik harus hadir sebagai solusi. PKB tidak boleh hanya menjadi peserta pemilu, tetapi harus menjadi kekuatan politik yang memimpin,” tegasnya.
Ida juga mengingatkan pentingnya membangun struktur partai yang aktif hingga ke tingkat bawah serta kehadiran kader di tengah masyarakat.
“Pengurus PKB harus dikenal bukan karena baliho, tetapi karena kehadirannya di tengah rakyat,” katanya.
Ia menambahkan, dengan struktur yang solid, kerja nyata, dan keberpihakan kepada rakyat, PKB optimistis dapat menjadi pemenang pada Pemilu 2029. (*)