TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Di bawah terik matahari siang, deretan kendaraan tampak mengular panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (31/3/2026) siang.
Klakson sesekali terdengar bersahutan, sementara mesin kendaraan tetap menyala di tengah antrean yang bergerak pelan.
Sekitar pukul 12.00 WIB, suasana paling mencolok terlihat di SPBU COCO Bintaro Sektor 9.
Barisan mobil tampak memanjang hingga sekitar 200 meter, bahkan menjalar sampai mendekati kawasan Pasar Modern Bintaro Jaya.
Mobil-mobil pribadi tampak mendominasi antrean.
Sebagian pengemudi memilih tetap berada di dalam kendaraan, menunggu giliran sambil sesekali melongok ke depan, memastikan antrean bergerak.
Di sisi lain, sepeda motor juga terlihat berbaris, meski tidak sepanjang antrean mobil.
Kondisi serupa tak hanya terjadi di SPBU pelat merah.
Stasiun pengisian bahan bakar milik swasta di kawasan Bintaro Sektor 7 juga dipadati kendaraan.
Di SPBU Vivo, antrean memang tidak sepanjang di SPBU Pertamina, namun deretan kendaraan tetap tampak memanjang hingga keluar area SPBU dan menjorok ke jalan raya.
Ramainya antrean diduga dipicu kabar yang beredar mengenai potensi kenaikan harga BBM non-subsidi serta pembatasan pembelian Pertalite yang disebut akan mulai berlaku pada April 2026.
Kabar tersebut membuat banyak warga memilih mengisi tangki kendaraan lebih awal untuk menghindari kemungkinan lonjakan harga pada hari berikutnya.
Salah satu pengendara, Narto, mengaku sengaja datang siang itu setelah mendengar informasi kenaikan harga BBM.
“Iya betul ini lagi antre ngisi bensin karena besok katanya naik,” ucapnya.
Di tengah antrean yang panjang, kekhawatiran warga bukan hanya soal harga bensin. Narto mengaku cemas dampaknya akan merembet ke kebutuhan sehari-hari.
“Kalau bensin naik, biasanya bahan pokok juga naik. Sekarang aja belum turun-turun abis lebaran kemarin,” ujarnya.
Bagi banyak warga, antrean panjang di SPBU siang itu bukan sekadar rutinitas mengisi bahan bakar, tetapi juga cerminan kegelisahan terhadap kondisi ekonomi yang masih belum stabil usai Lebaran.