SPBU di Polman Hingga Mamuju Antrean Panjang Mengular Tapi di SPBU Polohu Mateng Tidak, Mengapa?
Ilham Mulyawan March 31, 2026 07:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Isu kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat pengendara di Kabupaten Polewali mandar (Polman) hingga Kabuaten Mamuju panik hingga ramai-ramai antre di SPBU, Selasa (31/3/2026).

Antrean mengular hingga ke pinggir jalan di berbagai SPBU di kedua kabupaten tersebut.

Baca juga: 2 Pencuri Gunakan Uang Curian dari Kotak Amal Masjid di Mamuju untuk Beli Minuman Keras

Baca juga: Sampaikan Hasil Anev Perda Kemenkum Sulbar Dorong Penguatan Swasembada Pangan

Namun hal ini tak terjadi di SPBU Polohu, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah.

SPBU itu terpantau normal meski tengah beredar isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat dinamika global. 

Para pengendara justru menyikapi isu dengan santai.

Pantauan di lokasi, Selasa (31/3/2026), area pengisian terlihat lengang tanpa antrean panjang. 

Bahkan terpantau sepi, dikarenakan BBM jenis pertalite dan bio solar dalam proses pengiriman.

Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat datang silih berganti mengisi BBM pertamax, namun tetap dalam kondisi tertib. 

Para pengendara tampak menunggu giliran dengan santai, tanpa adanya kepadatan.

Nurhidayah, seorang pengendara, mengaku sempat merasa cemas dengan isu kelangkaan BBM yang beredar. 

Namun setelah mendapatkan penjelasan resmi dari pihak SPBU Polohu, kekhawatirannya berubah menjadi rasa lega.

Tidak Panik Lagi

Ia menegaskan tidak lagi panik dan memilih untuk membeli BBM sesuai kebutuhan.

Sikap serupa ditunjukkan oleh Izwar, pengendara lain yang sedang mengisi BBM di SPBU Polohu. 

Menurutnya, penting untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan perubahan harga, tetapi tidak sampai panik berlebihan.

"Siaga boleh, tapi panik jangan. Apalagi sampai membeli stok banyak," tegas Izwar ditemui usai melakukan pengisian BBM di Jl Trans Sulawesi, Desa Babana, Selasa (31/3/2026).

Ia mengatakan, masyarakat tidak boleh mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya.

Sementara itu, Pengawas SPBU Polohu, Kasriadi Kasim, membenarkan bahwa hingga saat ini tidak terlihat adanya aktivitas panic buying atau pembelian BBM secara berlebihan oleh masyarakat.

"Semua berjalan normal," ungkap Kasriadi singkat. (*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.