Kalah Tipis dari Bulgaria, Dedi Mulyadi Nilai Performa Timnas Indonesia Sudah Menjanjikan
Feryanto Hadi March 31, 2026 06:17 PM

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menyaksikan langsung perjuangan Timnas Indonesia saat menghadapi Bulgaria pada laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Dalam pertandingan tersebut, skuad Garuda harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 0-1.

Gol semata wayang lawan tercipta melalui titik penalti.

Meski menelan kekalahan, Dedi Mulyadi menilai hasil tersebut bukan sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.

Ia justru menyebut Timnas Indonesia sejatinya tampil lebih baik dan hanya kurang beruntung.

“Skornya sudah benar, saya tadi prediksi 1-0. Tapi sayang kita yang kalah. Hanya nasib saja yang belum berpihak. Permainan kita sudah bagus,” ujar Dedi Mulyadi seusai laga.

Menurutnya, secara permainan, Timnas Indonesia mampu mendominasi jalannya laga dan membuat para pemain Bulgaria lebih banyak bertahan.

“Harusnya kita yang menang kalau dewi fortuna berpihak. Dari sisi permainan, kita jauh lebih baik. Kerja sama tim, ketajaman, semuanya sudah terlihat meningkat dibanding lawan,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti bahwa kekalahan Indonesia terjadi bukan dari skema permainan terbuka, melainkan melalui penalti, yang menurutnya lebih dipengaruhi faktor keberuntungan.

“Gol mereka dari penalti, bukan dari permainan yang benar-benar dibangun. Jadi secara kualitas permainan, kita sudah unggul,” tegasnya.

Meski demikian, Dedi menilai Timnas Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam hal penyelesaian akhir.

Ia pun optimistis, seiring bertambahnya pengalaman dan jam terbang, performa tim akan semakin matang.

“Ke depan pasti akan semakin solid, semakin padu. Pertandingannya makin banyak, pengalaman bertambah. Soal gol, itu kadang soal nasib dalam sepak bola,” pungkasnya.

John Herdman Yakin Timnas Indonesia Bisa Menembus Piala Dunia 2030

Di sisi lain, Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, masih belum menemukan komposisi terbaik atau 'dream team' di skuad Garuda.

John Herdman mengatakan hal itu setelah Timnas Indonesia mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor 0-1 pada laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2026).

Pelatih asal Inggris tersebut membandingkan kondisi Timnas Indonesia saat ini dengan awal perjalanannya menangani Kanada pada 2018. 

Saat itu, ia juga belum memiliki gambaran jelas terkait kekuatan tim hingga akhirnya mampu membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022.

Baca juga: Tampil Solid di Pertahanan, Kevin Diks Siap Main di Posisi Apapun Sesuai Kebutuhan Timnas Indonesia

"Saat di Kanada, apakah kami bisa ke 2022 (Piala Dunia)? Saya tidak tahu, tim itu sangat berbeda dari awal hingga akhirnya ke 2022,” ujar John Herdman.

Menurutnya, kondisi serupa kini juga tengah dialami Timnas Indonesia yang masih dalam tahap pembangunan tim.

Meski demikian, ia optimistis skuad Garuda memiliki potensi besar untuk berkembang.

"Kami punya pemain yang punya hasrat untuk berjuang, kami akan berjuang untuk 2030, saya tidak akan merinci tim impian saya sekarang," lanjutnya.

Baca juga: Ramadhan Sananta Diserang Warganet saat Bermain di Timnas Indonesia, Ini Pembelaan John Herdman

John Herdman menyinggung perbedaan antara Kanada yang saat itu sudah memiliki pemain bintang seperti Alphonso Davies dan Jonathan David, dengan Indonesia yang masih dalam proses pembentukan.

Meski begitu, ia melihat sejumlah pemain muda Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pemain top.

"Indonesia masih baru memulai, Dony Tri adalah pemain dengan potensi besar, begitu juga Rizky Ridho dan Beckham Putra yang sangat percaya diri, saya percaya mereka, dan mereka akan terus berkembang," kata John Herdman.

Pelatih asal Inggris tersebut menambahkan, skuad Timnas Indonesia akan terus mengalami perubahan seiring datangnya pemain-pemain baru di masa depan.

Baca juga: Sisi Lain John Herdman di Luar Lapangan, Disebut Pintar Ambil Hati Pemain Timnas Indonesia

Selain membahas tim, John Herdman juga terkesan dengan energi dan antusiasme masyarakat Indonesia dalam mendukung tim nasional.

"Saya sangat terkesan dengan energi orang-orang Indonesia, mereka bahagia, menikmati hidup, dan saya menikmati suasana ini,” kata John Herdman.

Dari sisi taktikal, pelatih berusia 50 tahun itu juga menyoroti perkembangan tim yang semakin padu, termasuk integrasi pemain diaspora dalam sistem permainan.

Ia menegaskan, saat ini dirinya membangun fondasi tim, termasuk dari sisi kepemimpinan di dalam skuad, elemen yang menurutnya sangat penting, sebagaimana yang pernah ia terapkan saat membawa Kanada ke Piala Dunia.

"Sekarang saya sedang membangun fondasi itu," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.