Pengakuan Pembunuh Karyawan Ayam Geprek Mengejutkan, Pelaku Buang Potongan Tubuh Korban ke Bogor
khairunnisa March 31, 2026 07:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pelaku pembunuhan dan mutilasi karyawan ayam geprek di Bekasi bernama Abdul Hamid alias Bedul mengurai pengakuan mengejutkan.

Pelaku yang berjumlah dua orang itu yakni S (27) dan ANC (23) membongkar motifnya melakukan pembunuhan sadis yang disertai mutilasi tersebut.

Korban adalah satpam di kios ayam geprek, sedangkan dua pelaku adalah karyawan ayam geprek.

Belakangan terkuak pula taktik para pelaku menyembunyikan aksi kejinya.

Yakni pelaku nekat membuang potongan tubuh korban hingga ke wilayah Bogor, Jawa Barat.

Bagaimana kronologinya?

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menguak sederet pengakuan dari pelaku usai ditangkap penyidik.

Untuk diketahui, kedua pelaku telah diamankan kepolisian setelah satu hari dinyatakan buron.

Jasad korban yakni Bedul pertama kali ditemukan di dalam freezer kulkas kios ayam geprek pada Sabtu (28/3/2026).

Sehari kemudian yakni pada Minggu (29/3/2026), polisi berhasil menangkap para pelaku di sebuah gubuk di Desa Sindangpanji, Cikijing, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Usai ditangkap, para pelaku mengurai pengakuan mengejutkan.

Awalnya, kejahatan tersebut bermula saat para pelaku punya niatan untuk mencuri mobil bosnya yang sedang pulang kampung.

"Kalau untuk motif, pelaku awalnya tertarik untuk mengambil atua mencuri mobil punya majikan. Namun karena ada kesusahan mencuri mobil majikannya tersebut, pelaku kemudian merencanakan mengambil motor atau kendaraan inventaris yang selama ini digunakan untuk mereka bekerja. Jadi motifnya motif ekonomi," kata Kombes Pol Iman Imanuddin.

Rencana jahat para pelaku itu belakangan diketahui oleh korban, Bedul.

Hal itu karena korban sempat diajak untuk mencuri oleh para pelaku.

Sebelum melancarka aksi pencurian, S dan ANC ternyata sempat mengajak Bedul untuk mencuri mobil bos ayam geprek mereka.

Tapi ajakan dari para pelaku itu ditolak mentah-mentah oleh korban.

"Sebelumnya korban diajak untuk sama-sama berkolaborasi untuk mengambil mobil bos mereka. Namun korban menolak. Sehingga para pelaku merasa korban akan menjadi satu penghalang perbuatan pidana (pelaku)," ujar Kombes Pol Iman Imanuddin.

Usai ditangkap, para pelaku pun blak-blakan ke penyidik.

Bahwa pemicu pembunuhan adalah karena para pelaku gusar dengan korban yang tidak mau diajak mencuri.

"Dari hasil BAP keterangan para tersangka yang sudah kami tangkap. Kami pertanyakan kepada mereka dari mulai awal mereka merencanakan dan tersampaikan oleh mereka awalnya korban diajak oleh pelaku untuk melakukan kejahatan namun korban menolak ajakan dua pelaku ini," imbuh Kombes Pol Iman Imanuddin.

Adapun alasan korban ogah diajak mencuri oleh pelaku karena korban merasa bahwa majikannya adalah keluarganya sendiri.

Selama ini korban ternyata hidup sebatang kara di Bekasi dan dipekerjakan oleh bosnya dengan baik.

"Karena korban sudah merasa seperti keluarga sama majikan tersebut. Korban sudah tidak memiliki keluarga, sudah ikut majikan cukup lama dan sudah dipercaya oleh majikan. Jadi korban tidak mengikuti apa yang diinginkan para pelaku," kata Kombes Pol Iman Imanuddin.

Baca juga: Sosok Abdul Hamid Jasad dalam Freezer di Kios Ayam Geprek Bekasi, Takbiran Masih Jalankan Tugas

Potongan tubuh dibuang di Bogor

Selain soal motif pembunuhan, pelaku juga disinyalir mengurai pengakuan mengejutkan lainnya soal taktik menyembunyikan aksinya.

Belakangan penyidik berhasil menemukan potongan tubuh Bedul yang dibuang oleh para pelaku hingga ke wilayah Kabupaten Bogor.

Penyidik Polda Metro Jaya awalnya mencari potongan tubuh korban di wilayah kebun bambu pinggir Jalan Gunung Batu, Puncak 2, Desa Selawangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor pada Minggu (29/3/2026).

Dengan bantuan anjing K9, polisi berhasil menemukan bungkusan yang dibuang pelaku.

Di dalam plastik kresek merah itu, pelaku menyimpan beberapa potongan tubuh Bedul.

Selain di Bogor, pelaku juga membuang potongan tubuh korban di wilayah Bekasi.

“Di lokasi itu, ditemukan tas yang berisikan potongan tubuh berupa tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri, serta satu paha atas. Sementara satu paha atas lainnya ditemukan di Kecamatan Tanjungsari," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.