TRIBUNWOW.COM - Nasib apes menimpa satu di antara pemain anyar Persija Jakarta.
Pemain yang baru sebulan gabung Persija Jakarta kini berpotensi absen hingga akhir musim 2025/2026.
Dilansir TribunWow.com, pemain tersebut ialah Mauro Zijlstra, penyerang Persija Jakarta.
Mauro Zijlstra didatangkan Persija Jakarta di bursa transfer putaran kedua musim 2025/2026.
Ia diboyong Persija Jakarta dari klub Liga Belanda, FC Volendam pada 4 Februari 2026 dengan skema transfer.
Baca juga: Jakmania Ikhlas Lepas? 2 Primadona Santer Dirayu untuk Abroad & Berpotensi Dilepas Persija Gratisan
Mauro Zijlstra jarang mendapatkan kesemepatan bermain di Persija Jakarta.
Status bintang dan berlabel Timnas Indonesia tak membuat Mauro Zijlstra mudah mendapat tempat di Persija Jakarta.
Pemain bernilai pasar Rp1,30 miliar tersebut baru mencatatkan dua pertandingan atau 21 menit bermain di Persija Jakarta tanpa torehan gol atau assist.
Meski minim menit bermain di Persija Jakarta, Mauro Zijlstra mampu memikat John Herdman, pelatih Timnas Indonesia.
Mauro Zijlstra adalah satu di antara pemain yang dipanggil John Herdman untuk membela Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026.
Pemain berusia 21 tahun tersebut berhasil menjawab kepercayaan dari John Herdman.
Ia mencetak satu gol ketika Timnas Indonesia berhadapan dengan Saint Kitts and Nevis di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026.
Baca juga: Chord Gitar & Lirik Chant Persija Jakarta Outsider Persija - Jakmania: Bersama Kami Satukan Rasa
Berkat gol Mauro Zijlstra tersebut, Timnas Indonesia berhasil melibas Saint Kitts and Nevis dengan skor 4-0.
Sayang, kemenangan tersebut harus dibayar mahal oleh Timnas Indonesia.
Mauro Zijlstra mengalami cedera dan diperkirakan absen selama dua hingga tiga bulan.
Itu berarti, Mauro Zijlstra berpotensi absen hingga gelaran Super League 2025/2026 berakhir.
Namun kabar cedera Mauro Zijlstra tampaknya tak membuat pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza pusing.
Mauricio Souza punya banyak opsi buat lini depan Persija Jakarta, seperti Maxwell Suoza dan Gustavo Almeida.
Pelatih asal Brasil tersebut juga bisa mengandalkan striker lokal yakni Eksel Runtukahu.
Patut dinantikan, apa langkah dan strategi Mauricio Souza setelah Mauro Zijlstra cedera dan absen cukup lama.
Persija Jakarta akan mendapatkan kompensasi dari FIFA setelah pemainnya Mauro Zijlstra mengalami cedera.
Persija Jakarta mendapatkan kucuran dana dari FIFA lantaran absennya Mauro karena cedera sehingga tak bisa membela klub.
Hal ini berdasarkan Panduan Perlindungan Klub FIFA yang telah disepakati.
Dikutip dari Backpage Sport, FIFA memberikan program perlindungan klub yang mencangkup risiko cedera pemain.
Pemain yang dilepas klub untuk bermain dalam jeda internasional FIFA mendapatkan jaminan.
FIFA harus membayar gaji pemain sesuai kontrak kerja baik cedera atau tidak.
Tambahan lagi jika pemain tersebut mengalami cedera maka FIFA akan memberikan kompensasi.
Klub hanya berhak mengajukan klaim kompensasi berdasarkan Program Perlindungan Klub FIFA jika masing-masing kondisi berikut terpenuhi:
(i) seorang pemain mengalami cacat total sementara sebagai akibat dari “kecelakaan”;
(ii) kecelakaan terjadi selama “waktu operatif”; dan
(iii) cedera tersebut mencegah pemain untuk bermain selama lebih dari 28 hari berturut-turut.
Cedera yang ditanggung adalah pemain yang absen lebih dari 2 minggu.
Dalam hal ini Mauro dipastikan absen lebih dari 2 minggu sehingga seluruh gaji yang sesuai kontrak dengan Persija Jakarta akan dibayarkan FIFA.
Baca juga: Sosok Mauro Zijlstra, Pemain Timnas Indonesia yang Cedera Jadi Kerugian Persija saat Berburu Gelar?
Lalu berapa kompensasi yang dibayarkan FIFA ke Persija Jakarta?
Klub akan mendapatkan kompensasi berdasarkan gaji tetap pemain, maksimal selama 365 hari.
Dihitung secara prorata harian hingga maksimal EUR 7,5 juta per cedera atau 146 miliar per hari ini, Senin sesuai kurs rupiah Indonesia.
Kompensasi tidak dibayarkan untuk 28 hari pertama cedera.
Gaji tetap seorang pemain adalah jumlah uang yang telah ditetapkan dan dibayarkan secara mingguan atau bulanan sesuai dengan kontrak kerja pemain tersebut.
Jumlah ini tidak termasuk jumlah variabel seperti biaya penandatanganan kontrak, pembayaran hak citra, dan bonus kinerja, dll.
Perlu juga dicatat bahwa Program ini memiliki batasan dana tahunan yang dibatasi hingga EUR 80 juta.
Jadi, jika ada sejumlah besar klaim besar dalam satu tahun tertentu, dana tersebut berpotensi habis.
(TribunWow.com/Yonatan Krisna Halman Tri Santosa/Tiffany Marantika)