TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Layanan darurat Call Center 112 milik Pemerintah Kabupaten Ciamis justru didominasi panggilan iseng atau prank call.
Kondisi ini membuat kinerja operator terganggu dan berpotensi menghambat penanganan kejadian darurat yang sebenarnya.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Ciamis, Herry Somantri, mengatakan layanan 112 sejatinya mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena dinilai berjalan optimal.
“Secara umum layanan ini berjalan baik dan dimanfaatkan masyarakat. Bahkan kita mendapat apresiasi dari provinsi. Tapi memang masih ada oknum yang menyalahgunakan,” ujar Herry, Selasa (31/3/2026).
Ia mengungkapkan, sepanjang Februari 2026 terdapat 958 panggilan masuk ke layanan 112.
Namun, hanya 75 panggilan yang benar-benar merupakan kondisi darurat.
Baca juga: Pahlawan Senyap Cirebon: Layanan 112 Siaga Katon Tangani 42 Kondisi Darurat, Dari Ular sampai Banjir
Sebaliknya, sebanyak 658 panggilan merupakan prank call dan 225 lainnya tergolong ghost call atau panggilan tanpa respons.
“Ini tentu menjadi perhatian serius karena jumlah panggilan iseng jauh lebih banyak dibanding laporan darurat,” katanya.
Menurut Herry, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menindak nomor-nomor yang terbukti melakukan penyalahgunaan.
Sesuai standar operasional prosedur (SOP), nomor yang melakukan prank call hingga lima kali dapat langsung diblokir sementara, mulai dari satu hari hingga tujuh hari.
“Kalau sudah lima kali, nomor tersebut bisa kami blokir. Ini sebagai efek jera,” ucapnya.
Ia menegaskan, maraknya panggilan palsu dapat berdampak serius, terutama saat terjadi kondisi darurat yang sebenarnya.
“Yang kita khawatirkan, saat ada kejadian darurat, justru dianggap tidak serius karena terlalu sering menerima panggilan palsu,” ujarnya.
Tak hanya mengganggu operator, prank call juga sempat menimbulkan kerugian di lapangan.
Salah satunya laporan kebakaran palsu yang membuat petugas pemadam harus turun langsung, namun tidak ditemukan kejadian apa pun.
“Ini jelas merugikan dari sisi waktu, tenaga, dan kesiapsiagaan petugas,” katanya.Adapun laporan darurat yang benar-benar terjadi meliputi pohon tumbang, kebakaran, gangguan listrik, kerusakan PJU, reklame roboh, hingga gangguan ketertiban umum.
Selain itu, layanan 112 juga kerap menerima panggilan non-darurat, seperti menanyakan layanan Samsat keliling, pengurusan KTP hilang, hingga persoalan penipuan belanja online.
“Bahkan ada juga yang menanyakan password ponsel dan operator kartu SIM,” ucapnya.
Diskominfo Ciamis pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan 112 sesuai peruntukannya.
“Ini layanan darurat gratis 24 jam. Kami harap masyarakat bisa bijak menggunakannya, bukan untuk hal yang tidak penting,” pungkas Herry.(*)