Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Momen sebuah video Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah naik sepeda motor ke kantor Pemkab Karawang menjadi perbincangan positif dikalangan masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) pada Selasa (31/3/2026).
Pasalnya, ia memilih naik motor dibandingkan mobil dinas ditengah situasi geopolitik dunia yang berpotensi memicu krisis energi dan kenaikan harga bahan bakar. Langkah ini juga sebagai upaya penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kepada awak media, Sekda Karawang menyebut memilih naik sepeda motor karena jarak rumahnya sekitar 9 kilometer.
Ia juga menyebut, hal ini sebagai upaya adaptasi dalam rangka kebijakan efesiensi konsumsi BBM.
"Ini adaptasi ya. Karena hari ini tuh rencananya pengumuman dari pemerintah pusat dalam rangka kebijakan efesiensi konsumsi BBM. Nah, kami sesuai dengan petunjuk Pak Bupati tentunya pada hal ini untuk bisa menghemat BBM," kata Sekda.
Sekda menyebut menggunakan motor karena tidak ada dinas luar. Aktivitas kerjanya hari ini hanya di kantor saja.
Dengan tidak menggunakan mobil, ia bisa menghemat 4 liter BBM karena naik motor hanya terpakai 1 liter saja.
"Kalau misalkan kita hitungan harian kan lumayan ya. Saya dari BBM cukup 1 liter aja kan lumayan gitu ya. Kalau mobil per hari itu 5 liter ya," ucapnya.
Terkait kebijakan hemat BBM, Sekda Karawang menjelaskan, atas perintah bupati para pegawai ASN diminta tidak menggunakan mobil.
Bagi ASN rumahnya berjarak hanya kurang dari 5 kilometer dari Pemkab Karawang bisa menggunakan sepeda.
Jika diatas 5 kilometer bisa menggunakan sepeda motor. Adapun penggunaan mobil hanya dilakukan jika ada kegiatan dinas luar daerah.
"Kalau ada dinas di daerah Karawang misalkan lokasinya jauh boleh pakai mobil tapi jangan satu mobil satu orang. Tapi bisa barengan sampai 4 orang," jelas Sekda.
Sekda juga berucap hasil penghitungan jika hal itu diterapkan kepada seluruh Kepala OPD dan ASN di Karawang maka bisa hemat mencapai Rp 1 miliar.
Sesuai arahan Bupati Aep, kendaraan dinas di seluruh perangkat daerah direncanakan akan ditarik dan semuanya disimpan di Galeri Nyi Pager Asih selama tidak ada giat kedinasan luar kota, maupun kegiatan dalam kota dengan jarak tempuh yang jauh. ASN didorong menggunakan alternatif lain seperti sepeda listrik atau sepeda motor.
Dengan kata lain, Galeri Nyi Pager Asih akan menjadi pool penyimpanan kendaraan dinas.
“Prinsipnya, pelayanan publik tetap berjalan, tapi kita lakukan efisiensi di sisi energi,” tegasnya. (MAZ)