Renungan Malam Markus 15:6-7, Penjahat Dibebaskan dan Yang Benar Dihukum
Alpen Martinus April 01, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Alkitab menyimpan banyak sekali pelajaran kehidupan.

Untuk mengetahui kita harus membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Berikut renungan harian Kristen berjudul Penjahat Dibebaskan, yang Benar Dihukum.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Yesaya 23:1-14, Jangan Sombong

Bacaan Alkitab dalam Markus 15:6-7

Dalam ilmu hukum, ada sebuah adagium (pepatah) dalam bahasa Latin berbunyi: "Potius mille impuni dimittantur quam unus innocens puniatur."

Artinya adalah, lebih baik membebaskan 1000 orang bersalah, dari pada menghukum seorang benar.

Bahkan hal ini menjadi prinsip yang sangat penting bagi hakim dalam mengambil keputusan atau memutuskan sebuah perkara.

Artinya, orang benar tidak boleh dihukum dengan alasan apapun.

Hanya orang bersalah secara hukum yang boleh dihukum.

Sedangkan orang benar, tidak boleh.

Masih lebih baik orang jahat yang dibebaskan dari hukuman dari pada orang benar dihukum. 

Adagium atau prinsip hukum ini tidak berlaku bagi Yesus Kristus.

Dia sudah terbukti benar.

Atau sudah terbukti bahwa Dia tidak bersalah.

Dia tidak melakukan kejahatan, kriminalitas apapun baik yang melanggar aturan negara atau hukum positif, maupun hukum agama yang mengikat secara nilai, etika dan moralitas.

Tidak ada satupun pasal yang dilanggar oleh Yesus, baik hukum atau peraturan agama, maupun aturan hukum negara.

Tapi realitanya, Yesus dituntut bersalah.

Bahkan dipaksakan divonis bersalah.

Mereka bersuara  atas nama rakyat atau tepatnya lagi memanfaatkan rakyat untuk menghukum Yesus yang benar dan tidak pernah melakukan kesalahan. 

Prinsip Vox Populi Vox Dei (suara rakyat adalah suara Tuhan), mereka rekayasa menjadi suara kejahatan.

Artinya, rakyat sudah dihasut untuk menyuarakan suara kejahatan, bukan suara kebenaran yang merepresentasikan suara Tuhan (Vox Dei).

Ini pemutar balikkan fakta, pengebirian keadilan, manipulasi hukum dan kejahatan serta pengkhianatan terhadap kebenaran hukum.

Pilatus sendiri sudah memeriksa perkara Yesus.

Dia tidak mendapati sedikitpun pelanggaran atau kejahatan yang dilakukan Yesus, sehingga Dia layak di hukum mati. 

Pilatus kemudian mencoba meredam amarah mereka dengan penawaran sebagaimana kebiasaan pemerintahan Kekaisaran Romawi khususnya di wilayah Yehuda bahwa setiap hari besar keagamaan, termasuk Paskah yang akan mereka rayakan, selalu ada pembebasan orang dalam tahanan yang telah dihukum penjara karena kejahatannya.

Nah, salah satunya adalah penjahat kelas kakap bernama Barabas.

Dia terkenal sebagai penjahat karena kasus pembunuhan yang dilakukannya serta pemberontakan kepada pemerintah yang sah. 

Dia melakukan negosiasi dan penawaran kepada orang banyak bersama para imam-imm kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi yang dengki pada Yesus, agar di hari Paskah yang mereka rayakan saat itu.

Yesus dibebaskan dari hukuman, sedangkan Barabas biar saja tetap ditahan karena pembunuhan dan pemberontakan yang di lakukannya.

Yesus yang benar, disamakan dengan para pemberontak, sekaligus penjahat kelas berat.

Dia disamakan dengan kejahatan pelaku pembunuhan dan pemberontak yang yang mengacaukan masyarakat.

Sungguh suatu penghinaan terhadap suatu kebenaran sejati, hanya karena dengki.

Tetapi Yesus tetap sabar dan tabah menjalani semua proses yang kejam itu.

Demikian firman Tuhan hari ini. 

Telah menjadi kebiasaan untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu menurut permintaan orang banyak.

Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya.

Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan. (ay 6-7)

Sahabat Kristus, sungguh ini adalah suatu realita hidup yang ironi.

Penjahat dibebaskan, tetapi orang benar dihukum.

Bahkan disiksa, dihina hingga dibunuh.

Kebenaran dipermainkan, kejahatan dipelihara.

Tetapi karena Yesus sangat mengasihi kita, maka semua itu diterima-Nya dalam kepasrahan.

Tugas dan tanggung jawab kita adalah, merenungkan pengorbanan Kristus dan menjalani hidup ini dalam ketaatan dan kepasrahan pada-Nya.

Yakni kita hidup menyembah Dia, menyenangkn hati-Nya, setia dan taat pada-Nya walau harus menderita.

Kita harus memikul Salib sebagai tanda ketaatan kepada Kristus. Ketahuilah, Dia selalu beserta kita dan memberkati kita dalam segala hal. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.