Daftar 3 Prajurit TNI yang Gugur dalam Serangan Artileri di Lebanon
Muhammad Ridho March 31, 2026 09:17 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Prajurit TNI yang sedang menjalankan tugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon dilaporkan meninggal dunia.

Jumlah prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL dan gugur dalam kurun waktu kurang dari 24 jam mencapai tiga orang.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah di wilayah selatan Lebanon.

Kabar duka tersebut turut disampaikan melalui akun resmi Instagram @tni_angkatan_darat, Selasa (31/3/2026).

“Kepala Staf Angkatan Darat dan Keluarga Besar TNI AD berduka atas gugurnya prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan keluarga diberikan keikhlasan serta ketabahan,” tulis akun tersebut.

Adapun tiga prajurit yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah:

  • Kapten Inf Zulmi Aditya
  • Sertu M. Nur Ichwan
  • Praka Farizal Rhomadhon

Ketiganya merupakan bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon.

Mereka gugur setelah terkena serangan artileri dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang menghantam salah satu posisi kontingen Indonesia di wilayah Lebanon selatan.

Insiden tersebut menambah daftar panjang risiko yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan tugas internasional di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kepergian ketiga prajurit ini tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI dan seluruh rakyat Indonesia.

Pengabdian dan pengorbanan mereka sebagai penjaga perdamaian dunia akan selalu dikenang sebagai bentuk dedikasi terbaik untuk bangsa dan negara.

Unggahan tersebut mengundang haru masyarakat Indonesia. Sejumlah pengguna Instagram turut menyampaikan doa serta ucapan belasungkawa atas gugurnya prajurit tersebut.

Baca juga: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR RI Minta Pemerintah Tarik Prajurit Perdamaian

Pemerintah Diminta Tak Kirim Tentara ke Gaza

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI-P Sarifah Ainun Jariyah menyoroti perlindungan terhadap prajurit TNI yang bertugas dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, usai tiga orang gugur akibat serangan Israel.

Sarifah pun mendorong evaluasi terhadap rencana pengiriman pasukan ke wilayah konflik lainnya, seperti Gaza, Palestina.

"Indonesia harus bersikap untuk tidak mengirimkan tentara ke Gaza mengingat situasi yang tidak menentu. Tidak ada jaminan keamanan dari pihak mana pun karena Israel sendiri terbukti tidak taat pada aturan internasional," ujar Sarifah dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Sarifah mengutuk keras serangan yang menimpa posisi pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tersebut.

Dia lantas mengingatkan bahwa sebelumnya dirinya telah menyampaikan peringatan mengenai tingginya ancaman terhadap prajurit TNI di Lebanon.

Sebelum insiden ini terjadi, pada November 2024, Sarifah mengeklaim pernah mengingatkan betapa pentingnya perhatian serius terhadap keselamatan prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.

"Dalam konteks eskalasi yang sedang terjadi, penting bagi pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI, untuk memastikan bahwa pasukan perdamaian yang dikirim mendapat perlindungan maksimal dan dukungan logistik yang memadai, mengingat situasi keamanan yang dapat berubah dengan cepat," kata Sarifah kala itu.

Kemudian, beberapa waktu lalu, Sarifah juga mengaku mempertanyakan kesiapan dan perlindungan bagi ribuan personel TNI yang tetap dipertahankan di Lebanon, di saat beberapa negara pengirim pasukan lainnya mulai menarik mundur kontingen mereka.

Sarifah menilai, serangan Israel terhadap posisi UNIFIL menunjukkan ketidakpatuhan terhadap hukum internasional.

Dia menegaskan bahwa Israel sudah tidak menghargai UNIFIL yang jelas merupakan aset PBB yang dilindungi hukum internasional.

Maka dari itu, Sarifah mendorong pemerintah Indonesia menyikapi serius serangan Israel ini.

Dia berpandangan, pemerintah perlu menekan Israel untuk meminta pertanggungjawaban atas serangan yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI.

Langkah diplomatik dapat dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk melalui Board of Peace (BoP), yang mana Israel turut menjadi anggota.

Sarifah menekankan, pemerintah dan TNI perlu memastikan bahwa setiap prajurit yang ditugaskan dalam misi perdamaian memiliki perlindungan maksimal, baik dari sisi peralatan, sistem keamanan, maupun koordinasi internasional.

"Indonesia tetap berkomitmen pada perdamaian internasional, tetapi keselamatan prajurit harus menjadi prioritas nomor satu," jelas Sarifah.

Sementara itu, Sarifah berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian.

"Mereka adalah putra terbaik bangsa yang mengabdikan diri untuk misi kemanusiaan dan perdamaian," imbuhnya.

( Tribunpekanbaru.com )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.