TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap dilakukan secara tatap muka atau luring seperti biasa.
Hal ini diungkap Airlangga untuk menanggapi kekhawatiran masyarakat soal kemungkinan kegiatan sekolah dilakukan secara daring atau online menyusul adanya kebijakan WFH untuk ASN.
Diketahui kebijakan WFH ini merupakan langkah adaptif yang diambil pemerintah dalam menghadapi dinamika global.
Terutama di tengah kondisi konflik di Timur Tengah hingga kenaikan harga minyak dunia.
Airlangga kembali menekankan seluruh kegiatan sekolah, dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah tetap dilakukan secara luring atau tatap muka seperti biasa.
Pemerintah juga tidak melakukan pembatasan bagi kegiatan olahraga atau ekstrakulikuler sekolah, semua berjalan secara normal.
"Sektor pendidikan tetap melakukan belajar mengajar secara tatap muka. Yaitu luring secara normal, di seluruh jenjang dari pendidikan dasar hingga menengah, lima hari dalam seminggu."
"Tidak ada pembatasan dalam kegiatan olahraga, terkait dengan prestasi atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya," kata Airlangga dalam konferensi persnya secara virtual yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/3/2026).
Selanjutnya untuk kegiatan belajar mengajar di jenjang pendidikan tinggi menyesuaikan Surat Edaran dari Mendikti Saintek.
"Sementara untuk pendidikan tinggi, semester 4 ke atas menyesuaikan SE dari Mendikti Saintek," imbuh Airlangga.
Baca juga: WFH ASN Setiap Jumat, Bagaimana dengan Pegawai Swasta?
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengajak para siswa untuk membiasakan kembali pola hidup sehat dengan berjalan kaki atau bersepeda saat berangkat ke sekolah.
Langkah ini merupakan bagian dari penguatan gerakan penghematan energi nasional yang tengah diperketat pemerintah.
Imbauan ini diprioritaskan bagi siswa yang tinggal berdekatan dengan sekolah.
Menurut Abdul Mu'ti, tren positif yang sempat populer selama pandemi COVID-19 tersebut sangat relevan dilanjutkan demi kesehatan fisik sekaligus menekan konsumsi energi harian.
"Kalau yang rumahnya dekat, selama aman dan nyaman, saya kira tidak ada salahnya jalan kaki atau kembali bersepeda," ujar Abdul Mu’ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Resmi, Pemerintah Tetapkan WFH Setiap Jumat bagi ASN Pusat dan Daerah, Berlaku Mulai 1 April
Selain aktivitas fisik, Abdul Mu'ti juga mendorong penggunaan transportasi publik sebagai alternatif utama untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Abdul Mu'ti menekankan, hal ini menjadi momentum bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk berbenah.
"Ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki sarana transportasi umum sehingga anak-anak bisa berangkat sekolah dengan aman dan nyaman menggunakan angkutan publik," tambahnya.
Langkah efisiensi di sektor pendidikan ini merupakan respons strategis Pemerintah Indonesia dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Saat ini, jalur pasokan minyak global di Selat Hormuz mengalami gangguan serius akibat eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang berdampak pada stok BBM dunia.
Baca juga: Setjen MPR RI Terapkan Pembatasan Jam Kerja Hingga WFH Bagi Pegawai Mulai Besok
Guna memastikan kebijakan efisiensi ini seragam, Kemendikdasmen telah menerbitkan Surat Edaran (SE) sebagai panduan teknis bagi sekolah.
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa penghematan energi ini tidak akan mengalihkan sistem belajar ke daring (online).
"Tatap muka tetap berjalan sebagaimana biasa," pungkasnya, menjamin bahwa efisiensi energi tidak akan mengurangi kualitas interaksi di kelas.
Panduan Praktis bagi Siswa & Orang Tua:
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Fahdi Fahlevi)